Media Kampung, Sabang — Masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan pada organ kelamin. Rasa malu maupun kekhawatiran terhadap stigma sosial justru dapat memperburuk kondisi karena penyakit terlambat ditangani.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Elfa Wirdani Fitri, M.Kes, Sp.DVE, FINSDV., mengatakan sebagian besar pasien datang dengan kecemasan berlebihan sebelum memperoleh diagnosis yang pasti.
“Banyak pasien langsung menyimpulkan dirinya terkena infeksi menular seksual, padahal belum tentu demikian. Diagnosis harus ditegakkan melalui pemeriksaan oleh tenaga medis yang kompeten,” katanya dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu 11 Juli 2026.
Keluhan Tidak Selalu Akibat Penyakit Menular Seksual
Ia menjelaskan, luka, bentol, maupun keputihan tidak selalu disebabkan penyakit menular seksual. Keluhan tersebut dapat muncul akibat infeksi jamur, iritasi karena penggunaan deterjen, kebersihan alat cukur yang kurang baik, hingga dermatitis kontak.
Menurutnya, pemeriksaan laboratorium juga harus dilakukan secara lengkap. Sebagai contoh, hasil skrining awal sifilis tidak dapat langsung dijadikan dasar penetapan diagnosis tanpa pemeriksaan lanjutan.
Kerahasiaan Pasien Terjamin
dr. Elfa menambahkan, seluruh tenaga kesehatan memiliki kewajiban menjaga kerahasiaan pasien. Karena itu masyarakat tidak perlu takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan di daerah tempat tinggalnya.
“Dokter hanya bertugas menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan. Seluruh data pasien dijaga kerahasiaannya,” ujarnya.
Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati
Ia mengingatkan bahwa sejumlah penyakit menular seksual, seperti HIV dan sifilis, dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani. Bahkan, pada ibu hamil, infeksi tertentu dapat ditularkan kepada bayi sehingga berisiko menyebabkan kelainan bawaan.
Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah yang paling penting. Pencegahan dilakukan melalui perilaku seksual yang bertanggung jawab, menjaga kesetiaan kepada pasangan, serta segera memeriksakan diri apabila muncul gejala yang mencurigakan.
“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Jangan menunggu penyakit menjadi berat baru datang ke dokter,” kata dr. Elfa.























Tinggalkan Balasan