Media Kampung – 16 April 2026 | Dalam Khutbah Jumat yang disampaikan pada 12 April 2024, Ustadz Ahmad Fauzi menekankan pentingnya mengingat dua nikmat Allah yang sering dilupakan, yaitu kesempatan beribadah Jumat dan kesehatan tubuh, sebagai wujud syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian ini dilaksanakan di Masjid Al‑Hikmah, Surabaya, dengan ribuan jamaah hadir, menandakan antusiasme umat dalam mendengarkan pesan spiritual yang relevan dengan tantangan modern.
Nikmat pertama yang diangkat adalah hak istimewa dapat melaksanakan shalat Jumat, sebuah ibadah kolektif yang tidak hanya meneguhkan ikatan komunitas, tetapi juga menjadi sarana memperoleh pahala berlipat ganda sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Ustadz menegaskan bahwa kehadiran dalam shalat Jumat memberi kesempatan untuk memperbaharui niat, memperdalam pemahaman al‑Qur’an, serta memperkuat solidaritas sosial, sehingga mengurangi rasa terisolasi di tengah dinamika urban.
Selain itu, nikmat kedua yang sering terabaikan adalah kesehatan jasmani dan usia panjang yang diberikan Allah, yang memungkinkan individu melaksanakan aktivitas ibadah secara konsisten serta melayani keluarga dan masyarakat.
Dalam konteks ini, rasa syukur atas tubuh yang fit dianggap sebagai ibadah, karena setiap napas dan langkah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sebagaimana dijelaskan dalam ayat Al‑Qur’an tentang memuji Allah atas segala karunia-Nya.
“Bersyukur saat mendapatkan kenikmatan dari‑Nya juga merupakan bagian dari ibadah,” tegas Ustadz Fauzi, menekankan bahwa mengungkapkan rasa terima kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar lafaz.
Respons jamaah menunjukkan peningkatan kesadaran, dengan banyak yang berjanji untuk mengatur pola hidup lebih sehat dan mengoptimalkan kehadiran dalam shalat Jumat sebagai bentuk pengabdian.
Menutup khutbah, Ustadz mengajak seluruh umat untuk menjadikan kedua nikmat tersebut sebagai motivasi harian, berharap agar ke depan umat Islam dapat lebih konsisten dalam bersyukur dan melaksanakan perintah Allah secara berkesinambungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan