Media Kampung – Tunnel Joyoboyo resmi beroperasi sejak akhir Desember 2024 dan langsung menjadi ikon infrastruktur modern di Surabaya. Terowongan bawah tanah pertama di Kota Pahlawan ini menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Pemerintah Kota Surabaya membangun tunnel sepanjang 160-170 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 3,25 meter. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp31 miliar. Proyek ini bertujuan memindahkan arus pejalan kaki ke bawah tanah demi keselamatan sekaligus mengurai kemacetan di kawasan Joyoboyo.

Sebelum adanya terowongan, kawasan sekitar TIJ dan KBS kerap macet terutama saat akhir pekan dan libur nasional. Wisatawan yang parkir di TIJ harus menyeberang jalan raya yang padat untuk mencapai KBS. Kini, pengunjung bisa berjalan dengan aman dan nyaman melalui tunnel.

Interior Tunnel Joyoboyo didesain seperti galeri modern dengan konsep basement mirip Alun-Alun Surabaya. Dindingnya dilengkapi teknologi Video Mapping yang menampilkan visualisasi satwa bergerak, mulai dari zona reptil, burung, hingga mamalia besar. Efek suara alam dan replika suara binatang menambah pengalaman edukatif bagi anak-anak sebelum masuk KBS.

“Suasananya modern sekali, anak-anak tidak bosan berjalan kaki karena ada hiburan video mapping satwa dan suara-suara hewan sepanjang jalan. Keluar terowongan, kita langsung disambut pintu masuk selatan KBS,” ujar Vera, pengunjung asal Jakarta.

Tunnel Joyoboyo juga ramah bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Tersedia akses lift menuju lantai dasar terowongan dan ubin taktil (guiding block) di sepanjang jalur. Bagi pengguna kendaraan pribadi, parkir tersedia di gedung TIJ yang berkapasitas ratusan unit roda dua dan empat. Dari sana, pengunjung bisa berjalan kaki melalui tunnel tanpa khawatir kepanasan atau kehujanan.

Ke depan, lorong ini direncanakan menjadi wadah bagi produk UMKM kreatif lokal anak muda Surabaya. Tunnel Joyoboyo menjadi bukti komitmen Pemkot Surabaya dalam menciptakan infrastruktur yang tidak hanya fungsional tetapi juga edukatif dan inklusif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.