Media Kampung, Surabaya — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk merevitalisasi 16 pasar tradisional. Proyek ini dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) dan bertujuan meningkatkan kenyamanan pedagang serta daya saing pasar rakyat.
Kepala DPRKPP Surabaya, Iman Krestian, menyatakan revitalisasi mencakup perbaikan kualitas bangunan, penambahan kapasitas lapak, peningkatan sanitasi, drainase, utilitas, serta fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap, sentra pemotongan unggas, dan sarana pelayanan pasar lainnya. Selain itu, dilakukan penataan zonasi pedagang untuk mengurangi pasar tumpah dan mengatur lalu lintas.

Enam belas pasar yang direvitalisasi meliputi: Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan. Beberapa di antaranya telah memasuki tahap penyelesaian akhir, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru. Sementara pasar lainnya masih dalam tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, atau proses pengadaan dan tender.

Target Penyelesaian
Revitalisasi ditargetkan rampung secara bertahap. Empat pasar yaitu Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Babaan Baru, dan Pasar Karah ditargetkan selesai pada Juli 2026. Menyusul pada Agustus 2026: Pasar Kedungsari, Pasar Kapasan, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, dan Pasar Kembang. Pada September 2026: Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang Anom. Sementara Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, dan Pasar Pakis dijadwalkan rampung pada Desember 2026. Khusus Pasar Tembok Dukuh, mayoritas pekerjaan utama telah selesai dan tinggal penyelesaian tahap akhir pada beberapa item.

Iman Krestian menambahkan bahwa revitalisasi ini diharapkan mampu memenuhi standar pasar rakyat modern tanpa menghilangkan fungsi tradisionalnya. Upaya ini juga untuk memperkuat daya saing pasar rakyat di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.



















Tinggalkan Balasan