Media Kampung – Harga bawang merah dan minyak goreng subsidi Minyakita mengalami kenaikan signifikan di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), yang berdampak pada pengeluaran belanja warga di pasar tradisional. Kenaikan harga ini mulai terasa dalam beberapa hari terakhir dan menimbulkan keluhan dari pedagang maupun pembeli.
Di Pasar Serpong, salah satu pasar tradisional utama di Tangsel, harga bawang merah melonjak dari kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram. Wahyu, salah satu pedagang bawang merah, menyatakan bahwa lonjakan harga ini cukup mengganggu aktivitas jual beli karena banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga tersebut.
Selain bawang merah, komoditas lain seperti tomat dan kentang juga mengalami kenaikan harga. Tomat, misalnya, kini dijual dengan harga Rp18 ribu per kilogram. Namun, tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan, karena cabai merah keriting dan cabai rawit merah justru turun harga. Cabai merah keriting turun menjadi Rp45 ribu per kilogram, sementara cabai rawit merah turun dari Rp100 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Meski demikian, penurunan harga cabai belum berhasil meningkatkan jumlah pembeli di pasar.
Wahyu menduga bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor utama terganggunya pasokan komoditas pertanian. Selain itu, pelemahan nilai rupiah juga turut mempengaruhi harga di pasar, sehingga menyebabkan daya beli masyarakat menurun. “Ada pengaruh cuaca dan kondisi rupiah terhadap harga pasar. Dampaknya, jumlah pembeli ikut menurun,” ujar Wahyu kepada LPP RRI pada Senin, 18 Juni 2026.
Kelangkaan minyak goreng subsidi Minyakita juga menjadi masalah yang dirasakan pedagang dan konsumen. Sejak penghentian operasi pasar, stok Minyakita mulai menghilang di pasaran. Akibatnya, jika tersedia, minyak goreng tersebut cenderung dijual di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, minyak goreng non-subsidi kini justru dijual dengan harga lebih murah dibandingkan Minyakita yang langka di pasar.
Situasi ini memperberat kondisi ekonomi masyarakat Tangsel yang harus menyesuaikan pengeluaran mereka di tengah kenaikan harga bahan pokok dan kelangkaan minyak goreng subsidi. Hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tetap lancar di pasar tradisional wilayah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan