Media Kampung – Seorang streamer Minecraft berusia 81 tahun yang dikenal dengan nama GrammaCrackers mengalami insiden swatting saat sedang menggalang dana untuk pengobatan cucunya yang menderita kanker. Kejadian ini terjadi saat ia tertidur di rumahnya dan tiba-tiba didatangi puluhan mobil polisi dan kendaraan SWAT.
Swatting merupakan tindakan berbahaya yang melibatkan panggilan palsu ke layanan darurat sehingga polisi bersenjata berat dikerahkan ke lokasi korban. Dalam kasus ini, sekitar 20 mobil polisi, lima kendaraan SWAT, dan drone terlihat mengelilingi rumah GrammaCrackers. Kejadian ini terekam oleh kamera pintu rumahnya yang menunjukkan tiga polisi bersenjata lengkap berdiri di depan pintu.
GrammaCrackers menceritakan pengalamannya dalam sebuah video setelah kejadian tersebut. Ia mengaku terkejut saat polisi masuk ke rumahnya dan mengawal keluar. Meski situasinya menegangkan, ia menanggapi kejadian itu dengan santai dan bahkan menganggapnya lucu karena mendapatkan perhatian yang luar biasa dari keluarga dan tetangga.
“Saya sedang tidur, tiba-tiba polisi masuk ke rumah dan membawa saya keluar. Saya tidak mengerti apa yang terjadi,” ujarnya. Setelah kejadian itu, ia sempat dibawa naik mobil patroli ke apartemennya sebelum masalah selesai. Ia pun kembali beristirahat dengan obat pereda nyeri.
Keluarga GrammaCrackers menyatakan bahwa perhatian yang datang dalam jumlah besar belum pernah dialami sebelumnya oleh sang streamer. Meskipun insiden swatting sangat berbahaya dan dapat berujung fatal, respon yang diberikan oleh GrammaCrackers tetap tenang dan positif.
Hingga saat ini, GrammaCrackers masih melanjutkan aktivitas streamingnya, meski sempat meninggalkan keyboard saat kejadian berlangsung. Ia terus berusaha menggalang dana demi pengobatan cucunya yang tengah berjuang melawan kanker.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan