Media Kampung – Kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dengan Riot Games dalam penguatan ekosistem esports nasional telah dibahas. Menurut Menekraf Teuku Riefky Harsya, esports sudah merambah ke banyak lini yang memerlukan kolaborasi banyak pihak.

Esports saat ini tidak hanya berupa produk hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi. Indonesia memiliki ekosistem gim yang sangat besar dan dinamis, dengan generasi muda yang aktif sebagai pemain, kreator, streamer, esports talent, event organizer, musisi, hingga pengembang gim.

Penguatan ekosistem esports yang dibahas termasuk pengembangan talenta kreatif digital hingga potensi penyelenggaraan event esports regional dan internasional di Indonesia. Menteri Ekraf juga menilai Riot Games telah memiliki kedekatan yang kuat dengan generasi muda Indonesia melalui berbagai gim populer seperti VALORANT dan League of Legends.

Audiensi tersebut turut membahas pengembangan ekosistem turnamen esports berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional, penguatan daya saing tim esports Indonesia di level internasional, serta peluang kolaborasi dengan pengembang gim lokal dalam aspek pendanaan, outsourcing services, dan penerbitan gim lokal.

Kementerian Ekraf mendorong keterlibatan kreator lokal dalam berbagai aktivasi Riot Games di Indonesia, mulai dari subsektor musik, ilustrasi, visual art, fesyen, hingga intellectual property (IP) lokal. Dengan demikian, esports diharapkan dapat memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.

Kedua pihak juga menjajaki potensi kolaborasi acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada Oktober 2026. Forum internasional tersebut akan menghadirkan berbagai agenda ekonomi kreatif global, termasuk subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.

Head of VALORANT Esports Product Riot Games Jake Sin menyampaikan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam perkembangan ekosistem VALORANT di kawasan APAC (Asia-Pacific). Menurutnya, antusiasme komunitas serta prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar.

Riot Games turut menyampaikan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di kawasan Asia Pasifik, termasuk pembentukan jalur kompetisi profesional independen untuk Indonesia mulai 2027 serta potensi penyelenggaraan turnamen tingkat APAC di Indonesia pada 2028.

Audiensi diakhiri dengan rencana pembentukan tim kecil dari kedua belah pihak untuk menindaklanjuti peluang kerja sama jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pengembangan esports dan industri kreatif digital di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.