Media Kampung, Bandarlampung – Harga berbagai komoditas sayuran di Pasar Tugu, Kota Bandarlampung, masih terpantau stabil. Namun, para pedagang mewaspadai potensi kenaikan harga sewaktu-waktu apabila pasokan barang berkurang, terutama saat musim hujan tiba.

Andi (40), seorang pedagang sayuran yang telah berdagang selama 15 tahun bersama istrinya, mengungkapkan bahwa harga sayuran tahun ini relatif normal dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaan harga biasanya baru terasa ketika stok di pasaran mulai menipis.

“Alhamdulillah tahun ini harga masih normal. Kalau barang kosong atau pasokan sedikit, baru harga naik,” ujar Andi saat ditemui di Pasar Tugu, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga umumnya terjadi sekitar satu kali dalam setahun, terutama pada musim hujan. Curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi hasil panen petani sehingga pasokan sayuran ke pasar berkurang dan harga pun naik.

Untuk menjaga kualitas dagangannya, Andi setiap hari mengambil sendiri barang dari Pasar Gintung. Ia memastikan stok di lapaknya selalu tersedia.

Meski harga stabil, jumlah pembeli cukup ramai. Hampir setiap hari masyarakat datang membeli kebutuhan dapur. Namun, ketika harga naik, jumlah pembeli menurun. Banyak pelanggan yang mengeluh dan tetap mencoba menawar meski harga jual sudah menyesuaikan dengan pemasok.

“Kebanyakan pembeli komplain kalau harga naik. Ada juga yang tetap menawar, padahal kami mengikuti harga dari pemasok,” kata Andi.

Andi berharap pasokan sayuran ke depan tetap lancar agar harga stabil dan masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ia juga berharap kualitas barang tetap baik, usahanya maju, dan jumlah pelanggan terus bertambah.

“Semoga barang selalu ada, kualitasnya bagus, usaha semakin maju, dan pembeli semakin banyak setiap harinya,” ucap Andi.

Stabilnya harga sayuran di Pasar Tugu diharapkan memberi manfaat bagi pedagang dan masyarakat. Kelancaran pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.