Kedatangan Jemaah Haji Kloter Pertama di Surabaya

Media Kampung – Sebanyak 378 jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo tiba di Asrama Haji Surabaya pada Senin malam, 16 Juni 2026. Kedatangan ini menandai dimulainya proses pemulangan ribuan jemaah haji asal Jawa Timur dari Tanah Suci.

Proses Imigrasi Tanpa Antre dengan Teknologi Biometrik

Setibanya di Asrama Haji Surabaya, jemaah menjalani pemeriksaan imigrasi menggunakan teknologi Immigration Seamless Process Corridor Gate. Sistem biometrik ini memungkinkan identifikasi melalui pemindaian iris mata tanpa perlu berhenti atau menunjukkan paspor secara manual, sehingga mempercepat proses kedatangan.

Selain pemeriksaan imigrasi, jemaah juga melewati pemeriksaan kesehatan dengan thermal scanner sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Apresiasi dan Harapan dari Gubernur Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut hangat kedatangan jemaah dan menyatakan rasa syukur karena seluruhnya kembali dalam kondisi sehat setelah menunaikan ibadah haji. Ia berharap para jemaah memperoleh haji yang mabrur dan mabruroh.

Khofifah juga mengapresiasi inovasi layanan imigrasi yang menggunakan teknologi biometrik tersebut sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya untuk memudahkan jemaah haji dari kelompok lansia dan rentan.

Doa untuk Jemaah yang Wafat dan Apresiasi Penyelenggaraan Haji

Selain menyambut kepulangan jemaah, Khofifah mengajak semua pihak untuk mendoakan jemaah haji asal Jawa Timur yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji 2026, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan.

Pelaksanaan Haji 2026 dan Layanan Imigrasi

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Timur, M. As’adul Anam, menilai pelaksanaan haji tahun ini berjalan lebih baik terutama dari aspek kesehatan jemaah. Ia melaporkan bahwa pada Kloter I Debarkasi Surabaya terdapat satu jemaah wafat dan satu lainnya masih menjalani perawatan karena sakit.

As’adul Anam juga menyampaikan terima kasih atas layanan percepatan imigrasi melalui sistem seamless corridor yang sangat membantu mempercepat proses kepulangan jemaah. Sistem serupa digunakan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.