Media Kampung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak gereja untuk berperan aktif dalam memperkuat karakter generasi bangsa. Ajakan ini disampaikan saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) 2026 di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa malam, 16 Juni 2026.
Menurut Khofifah, pembangunan karakter tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Gereja memiliki peran strategis untuk membimbing anak-anak dan remaja sejak usia dini di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan sosial.
Khofifah menyoroti dua tantangan utama yang dihadapi generasi muda saat ini: perilaku konsumtif yang berujung pada jeratan pinjaman online (pinjol) dan penggunaan gawai yang tidak terkendali. Ia mengungkapkan bahwa banyak pasien usia muda di Rumah Sakit Menur Surabaya akibat terjerat pinjol.
“Banyak usia muda yang dirawat di RS Menur Surabaya. Salah satunya karena pinjol. Perlu digali lebih jauh apakah pola-pola konsumtif menyebabkan mereka kemudian terjerat pinjol,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah juga menyoroti dampak penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak. Ia menekankan pentingnya monitoring orang tua dan gereja dalam mengawasi akses anak terhadap perangkat digital.
Khofifah meminta GPdI memperkuat pembinaan jemaat sejak usia dini, termasuk binaan khusus untuk balita dan remaja dalam setiap proses penggembalaan di gereja. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
Di akhir sambutannya, Khofifah berharap Mukernas GPdI 2026 berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




