Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk mengembangkan Pisang Mas Kirana menggunakan teknologi Geographical Indications, Environment and Sustainability (GIES). Audiensi kerja sama tersebut berlangsung di Rumah Makan Pondok Asri pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kepala Perwakilan FAO Indonesia, Rajendra Aryal, menyatakan bahwa teknologi GIES bertujuan melindungi identitas produk khas daerah sekaligus meningkatkan keterlacakan asal produk dengan memanfaatkan sensor internet of things (IoT) dan big data. Hal ini membantu konsumen mengetahui asal produk secara jelas dan mencegah penyalahgunaan indikasi geografis.

Selain perlindungan produk lokal, FAO mendorong penerapan pertanian berkelanjutan memakai pendekatan ilmiah dan partisipatif untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa Pisang Mas Kirana tidak hanya menjadi komoditas unggulan tetapi juga identitas serta penggerak ekonomi masyarakat Lumajang. Pemerintah daerah memperkuat kualitas budidaya melalui program Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) agar petani dapat menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap dukungan teknologi GIES dan pendampingan dari FAO mampu memperkuat posisi Pisang Mas Kirana sebagai produk unggulan daerah yang berdaya saing lebih luas dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.