Warga Jombang Resah Akibat Pemadaman Bergilir yang Tidak Diberitahukan

Media Kampung – Beberapa hari terakhir, warga di Kabupaten Jombang mengalami pemadaman listrik bergilir yang terjadi tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Kondisi ini menimbulkan berbagai gangguan, baik bagi aktivitas rumah tangga maupun pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Dampak Pemadaman Listrik pada Aktivitas Sehari-hari

Sri Ratnasari, seorang warga Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, menyatakan bahwa pemadaman yang mendadak sering kali menghambat aktivitasnya sehari-hari. Menurut Sri, masyarakat sebenarnya memahami jika pemadaman diperlukan, namun ketidakpastian jadwal membuat mereka kesulitan mengatur aktivitas yang membutuhkan listrik secara terus-menerus.

“Kalau memang harus ada pemadaman, sebaiknya masyarakat diberi tahu terlebih dahulu. Dengan begitu, kami bisa mengatur aktivitas agar dampaknya tidak terlalu besar,” ujar Sri pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Permintaan Transparansi Informasi dari DPRD Jombang

Menanggapi keluhan warga, Anggota Komisi A DPRD Jombang, Kartiyono, menekankan pentingnya transparansi dari penyedia layanan listrik. Ia menyampaikan bahwa pemberitahuan kepada masyarakat wajib dilakukan apabila pemadaman bergilir merupakan bagian dari pemeliharaan jaringan atau pengaturan beban listrik.

“Masyarakat berhak mendapat informasi sebelumnya agar dapat mempersiapkan diri. Tanpa pemberitahuan, pelaku usaha dan rumah tangga mengalami kerugian karena operasional mereka terganggu,” jelas Kartiyono.

Regulasi dan Kondisi Darurat

Kartiyono juga mengingatkan bahwa kewajiban penyampaian informasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan serta Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012. Masyarakat berhak menyampaikan keberatan atau menuntut ganti rugi jika pemadaman tidak sesuai prosedur.

Namun, ia mengakui ada kondisi tertentu seperti bencana alam, gangguan jaringan akibat pohon tumbang, atau situasi yang membahayakan keselamatan yang membuat pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Harapan untuk Komunikasi yang Lebih Baik

Kartiyono berharap komunikasi antara pihak penyedia layanan listrik dan masyarakat dapat diperbaiki agar warga memiliki waktu menyesuaikan aktivitas dan meminimalkan kerugian akibat pemadaman bergilir. Peningkatan transparansi informasi menjadi kunci agar warga dapat mengantisipasi dampak pemadaman secara lebih efektif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.