Media Kampung – Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) berencana merampingkan jumlah entitas dalam PLN Group dari 44 menjadi 23 pada tahun 2028. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa efisiensi operasional dan tata kelola perusahaan menjadi target utama dari penyederhanaan struktur usaha tersebut. Program streamlining ini akan dilakukan melalui konsolidasi, divestasi, dan restrukturisasi portofolio bisnis.
Target perampingan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Dony dengan direksi PLN. Selain itu, pertemuan juga membahas realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 serta langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan di Sumatera.
PLN melaporkan progres positif implementasi RUPTL. Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi. Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, dan gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Pembahasan juga menyoroti penguatan sistem kelistrikan pascagangguan di Sumatera. Sejumlah proyek strategis disiapkan, termasuk penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan meningkatkan keandalan pasokan listrik dan meminimalkan risiko gangguan di masa depan.
Dony Oskaria menegaskan bahwa melalui transformasi korporasi yang berkelanjutan, percepatan implementasi RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan nasional, PLN diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik nasional yang andal. Hal ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan