Media Kampung – Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memegang peranan penting dalam penataan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah berbagai tantangan besar yang dihadapi. Kehadiran Danantara yang diwakili oleh Dony Oskaria dan CEO Rosan Roeslani dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menandai langkah strategis dalam menjaga kestabilan keuangan nasional dan menyelesaikan masalah keuangan di lingkungan BUMN.

Dony Oskaria mengungkapkan bahwa Danantara tengah berupaya menyelesaikan berbagai masalah besar yang diwariskan oleh BUMN sebelum pembentukan holding ini, termasuk beban utang proyek kereta cepat yang menjadi tanggungan PT Kereta Api Indonesia dan PT Wijaya Karya. Pemerintah melalui Danantara berkomitmen untuk menata kembali kondisi keuangan BUMN agar menjadi lebih sehat dan transparan.

Baca juga:

Dalam rapat KSSK yang biasanya hanya dihadiri oleh anggota tetap regulator seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan, Danantara hadir sebagai undangan untuk memberikan sudut pandang langsung dari dunia bisnis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kehadiran Danantara sebagai bagian dari upaya pengambilan kebijakan yang solid dan komprehensif dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Selain menyelesaikan beban utang, Dony Oskaria juga menjelaskan tantangan besar dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi Danantara, yang merupakan yang pertama kali dilakukan setelah seluruh BUMN disatukan dalam satu holding. Proses ini sangat kompleks karena harus mengonsolidasikan laporan keuangan dari ratusan sampai ribuan entitas BUMN sekaligus mengeliminasi transaksi antarperusahaan agar tidak terjadi pencatatan ganda. Penyusunan laporan ini didukung oleh konsultan keuangan dari kelompok Big Four dan sedang melalui tahap pre-audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga:

Dony menekankan bahwa keterlambatan publikasi laporan keuangan konsolidasi ini murni disebabkan oleh kompleksitas dan ketelitian yang dibutuhkan dalam proses penggabungan data keuangan antar-BUMN yang sebelumnya terpisah-pisah. Meski demikian, laporan keuangan individu dari masing-masing BUMN masih dapat diakses secara transparan oleh publik. Ke depannya, setelah pola konsolidasi dan eliminasi transaksi antar BUMN terbentuk, proses penyusunan laporan akan menjadi lebih efisien dan cepat.

Upaya Danantara dalam menata keuangan dan menyelesaikan berbagai masalah di lingkungan BUMN merupakan langkah strategis yang mendukung stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan keterlibatan langsung dalam rapat KSSK dan penanganan masalah besar di BUMN, Danantara menunjukkan komitmennya untuk mengelola aset negara secara profesional dan transparan demi kemajuan ekonomi nasional.

Baca juga: