Media Kampung – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Paser mengalami penurunan drastis sejak pertengahan Mei 2026. Imbas wacana pemerintah pusat yang akan merombak tata niaga ekspor sumber daya alam (SDA) membuat petani sawit setempat menjerit.
Penurunan harga terjadi di tingkat loading ramp hingga pabrik kelapa sawit (PKS), yang langsung menekan pendapatan petani. Akibatnya, banyak petani terpaksa menunda pemupukan dan perawatan kebun untuk menekan biaya operasional.
Juhransyah, petani sawit asal Desa Jone, mengaku pendapatannya merosot tajam. “Sangat disayangkan dengan adanya penurunan harga ini. Tentu pendapatan kami sebagai petani menurun,” ujarnya, Selasa (2/6/2026). Ia khawatir jika harga terus anjlok, produktivitas kebun di masa depan akan terganggu.
Menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser Djoko Bawono, penurunan harga TBS dipicu oleh gejolak pasar akibat rencana pemerintah pusat mengubah tata niaga ekspor SDA. Wacana yang beredar, ekspor SDA akan dikelola satu pintu melalui BUMN Danantara Sumber Daya Indonesia. “Jadi memang ada gejolak setelah adanya wacana pemerintah terkait ekspor sumber daya alam. Kebijakan itu rencananya berlaku 1 Juni 2026 begitu PP-nya terbit,” jelas Djoko.
Ketidakpastian regulasi membuat sejumlah PKS waswas dan mulai membatasi pembelian TBS dalam jumlah besar. Selain faktor kebijakan, harga crude palm oil (CPO) global juga melemah dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp11.000–Rp12.000 per kilogram. “Ini tentu mempersulit keadaan, karena secara global juga harga CPO sedang turun,” imbuh Djoko.
Disbunak Paser saat ini berada dalam posisi sulit karena harus menghadapi keluhan petani. Pihaknya masih menunggu salinan resmi Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang mengatur teknis tata niaga ekspor SDA. “Harapannya tentu ada perbaikan tata niaga sawit Indonesia lewat kebijakan ini, sehingga masyarakat juga dapat merasakan langsung dampaknya,” pungkas Djoko.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan