Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana menerapkan sistem digital secara penuh dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Langkah ini diambil untuk menciptakan proses pemungutan suara yang lebih efektif dan transparan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviani, mengungkapkan bahwa saat ini pengembangan aplikasi Pilkades digital masih dimatangkan bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Banyuwangi. Rencananya, simulasi akan dilakukan secara bertahap sebelum diterapkan pada Pilkades mendatang.

Banyuwangi belajar dari pengalaman Kabupaten Magetan yang sudah menerapkan sistem digital, namun masih memadukan dengan proses manual. Nanin menegaskan bahwa Banyuwangi ingin menerapkan digitalisasi secara penuh agar proses lebih efektif dan transparan. “Kami belajar dari Magetan. Namun yang kami lihat, pelaksanaannya masih belum sepenuhnya digital karena masih ada proses manual. Banyuwangi ingin menerapkan digitalisasi secara penuh sehingga prosesnya lebih efektif dan transparan,” ujarnya, Senin 8 Juni 2026.

Selain kesiapan teknologi, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan sistem pemantauan hasil pemungutan suara secara real time melalui dashboard yang dapat diakses di tingkat desa maupun kabupaten. Pengamanan data juga menjadi perhatian untuk menjaga kerahasiaan pilihan pemilih dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem digital.

DPMD Banyuwangi menyebut bahwa berbagai evaluasi dari daerah lain akan menjadi bahan penyempurnaan agar pelaksanaan Pilkades digital di Banyuwangi berjalan aman dan lancar. Besok, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kominfo untuk simulasi internal sekaligus evaluasi terhadap aplikasi yang sedang disiapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.