Media Kampung, Banyuwangi – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Banyuwangi, Pos SAR Buleleng, dan unsur lainnya berhasil mengevakuasi enam awak kapal KM Genius. Kapal kayu pengangkut sembako itu mengalami patah as mesin di perairan utara Buleleng, Bali, pada Sabtu pagi (25/7/2026).
Keenam kru sempat bertahan di atas tumpukan styrofoam sebelum akhirnya diselamatkan. Sementara, kapal beserta muatannya belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
Kronologi Kerusakan KM Genius
KM Genius bertolak dari Pantai Boom, Banyuwangi, menuju Pengerungan di Kepulauan Kangean, Sumenep, pada pukul 04.00 WIB. Kapal bermuatan sembako dengan tonase 45 GT dan panjang 24 meter itu dinakhodai Panji Mukhtar (27) bersama lima ABK: Heru Herlambang (28), Fabiayyi (56), Mamat (56), Maksum (56), dan Sahril (56).
Di tengah perjalanan, tepatnya di koordinat 7°56′16,24″S 114°38′59,73″E atau sekitar 19,48 mil laut dari Kantor SAR Banyuwangi, kapal mendadak mengalami patah as. Kerusakan itu menyebabkan air masuk ke palka dan membuat kapal nyaris tenggelam.
Operasi SAR Gabungan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan bahwa tim rescue segera dikerahkan begitu laporan diterima. RIB 02 Banyuwangi meluncur dengan peralatan water rescue dan komunikasi. Operasi melibatkan Pos SAR Buleleng, Satpolairud Banyuwangi, Syahbandar Tanjung Wangi, BPTD Pantai Boom, serta nelayan setempat.
“Berkat koordinasi yang baik dengan unsur SAR gabungan, pada pukul 12.34 WIB tim berhasil menemukan keenam kru KM Genius yang sedang bertahan hidup menggunakan sterofoam di tengah laut,” ujar Made Oka Astawa.
Seluruh korban dievakuasi dalam keadaan selamat ke Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, dan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Wangi.
Hingga kini, kondisi KM Genius masih belum diketahui. “Berdasarkan informasi di lapangan, kondisi kapal KM Genius beserta muatan masih belum diketahui keberadaannya dan dinyatakan hilang,” tambahnya.















Tinggalkan Balasan