Media Kampung, Sumatera Utara – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu petang, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 17.54 WIB. Getaran gempa dirasakan hingga Kota Medan, Tebing Tinggi, dan beberapa daerah lain di Sumatera Utara.

Gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng dengan episenter terletak 11 km tenggara Simalungun pada kedalaman 168 km. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan hingga pukul 18.16 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan.

Baca juga:

Akibat gempa ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara memberlakukan pemberhentian sementara atau berhenti luar biasa (BLB) terhadap seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan jalur rel dan prasarana perkeretaapian dalam kondisi aman sebelum operasional dilanjutkan.

Manajer Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyatakan bahwa pemeriksaan menyeluruh dilakukan pada jalur rel, bangunan stasiun, dan prasarana lainnya. Pemeriksaan selesai pada pukul 18.50 WIB dan seluruh infrastruktur dinyatakan aman sehingga perjalanan kereta api dapat kembali beroperasi secara bertahap dengan batas kecepatan yang diizinkan.

Baca juga:

Akibat prosedur pemeriksaan ini, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan hingga 52 menit. PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan akibat keterlambatan tersebut.

Gempa ini dirasakan dengan intensitas sedang hingga kuat di beberapa daerah. Menurut analisis BMKG, getaran gempa dirasakan hampir oleh seluruh penduduk di wilayah seperti Tebing Tinggi, Kabanjahe, dan beberapa kota lain di Sumatera Utara. Meski demikian, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa ini sampai saat ini.

Baca juga:

Situasi ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan pemeriksaan infrastruktur transportasi setelah kejadian gempa untuk menjaga keselamatan publik dan kelancaran operasional.