Media Kampung, Sumba Barat Daya – BMKG mencatat sebanyak 62 gempa bumi susulan setelah gempa bumi berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Minggu, 4 Oktober 2026. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa puluhan gempa susulan tersebut tercatat hingga pukul 08.05 WIB pagi.
Kekuatan gempa susulan berada pada rentang magnitudo 1,5 hingga 4,3. “Hingga pukul 8.05 WIB pagi tadi, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 62 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock dengan rentang kekuatan magnitudo 1,5 hingga magnitudo 4,3,” kata Ardhasena dalam konferensi pers daring.
Ardhasena juga menekankan bahwa BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan tersebut dan akan memberikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder serta masyarakat.
Sementara itu, Pj Operasional Diseminasi Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami, Bayu Pranata, menyatakan bahwa BMKG masih membutuhkan data yang lebih memadai untuk memperkirakan pola peluruhan aktivitas gempa susulan. “Kami tetap memantau untuk gempa susulan yang diperkirakan selesai, kami akan menunggu hasil kajian dengan data yang cukup baik, mungkin sekitar dua hari kita akan sampaikan estimasi peluruhannya,” ujarnya.
Dalam perbandingan dengan gempa 7,7 magnitudo yang terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026, Ardhasena menjelaskan bahwa kekuatan gempa susulan di Sumba relatif lebih kecil. “Namun untuk gempa Flores pada 15 Agustus, itu susulan memang sampai saat ini masih ada. Jika dibandingkan, magnitudonya lebih kecil dibandingkan dengan gempa Flores, sehingga dari estimasi kami tidak akan sepanjang gempa susulan dari gempa Flores tersebut,” ungkapnya.
Bayu juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menempati bangunan yang telah mengalami kerusakan. Warga yang rumah atau bangunannya sudah terlihat rusak diminta untuk sementara mencari tempat yang lebih aman. “Jika rumah atau bangunan yang ditempati itu sudah terlihat rusak, mohon tidak ditempati. Jadi untuk sementara bisa bertempat tinggal di tempat evakuasi yang sudah disediakan oleh BPBD,” imbaunya.













