Media KampungErupsi Semeru kembali terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 09.14 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung mengeluarkan larangan bagi warga untuk mendekati kawah. Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.

Kolom abu teramati setinggi 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal menyebar condong ke barat daya. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat erupsi ini di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 2 menit 8 detik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, membenarkan erupsi tersebut. Ia menyampaikan rekomendasi PVMBG yang melarang aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sungai serta lembah yang berhulu di puncak. Jalur rawan meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak sungai Besuk Kobokan. Di luar radius tersebut, warga tetap dilarang berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena risiko aliran lahar yang bisa mencapai 17 kilometer.

Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Semeru masih Siaga Level III. PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik dan mengimbau warga serta wisatawan untuk mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.