Media Kampung, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Minggu (5/7/2026) dalam 24 jam terakhir. Gunung berstatus Level III atau Siaga itu tercatat meluncurkan satu kali awan panas guguran dan 21 kali guguran lava.
Awan panas guguran terjadi pada pukul 17.17 WIB dengan amplitudo maksimal 46,09 mm dan durasi 121,86 detik. Material bergerak ke arah barat daya menuju hulu Kali SatPutih. Namun, BPPTKG belum dapat menentukan estimasi jarak luncur awan panas tersebut.
Sementara itu, guguran lava terpantau sebanyak 21 kali dengan jarak luncur terjauh mencapai 2 kilometer. Material lava mengarah ke barat daya melalui Kali SatPutih dan Kali Krasak.
BPPTKG mengingatkan potensi bahaya dari status Siaga ini. Pada sektor selatan-barat daya, ancaman meliputi guguran lava dan awan panas yang dapat mencapai Sungai Boyong sejauh 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 km. Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Sejalan dengan status tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali menegaskan larangan pendakian. Kepala Balai TNGM T Heri Wibowo menyatakan bahwa pendakian tidak direkomendasikan sejak 22 Mei 2018, saat status naik dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada). Status kemudian meningkat menjadi Level III (Siaga) pada 5 November 2020 dan bertahan hingga kini.
Heri menjelaskan bahwa radius 3 km dari puncak harus dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diminta meningkatkan kewaspadaan. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terpancing isu erupsi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan dari BPPTKG atau aparat setempat.
Jalur pendakian via New Selo dinilai sangat berbahaya karena melewati titik-titik seperti pintu gerbang (2,3 km dari puncak), Pos I (1,64 km), Pos II (1,25 km), dan Pasar Bubrah (0,7 km). Meski demikian, jalur wisata soft trekking di OWA Kalitalang yang berada pada radius 3,3 km dari Pos IV masih dapat diakses. Namun, pendakian ke puncak tetap ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan demi keselamatan semua pihak.






















Tinggalkan Balasan