Singaraja – Sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat mendidik siswa di dalam kelas. Akademisi Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, M.Pd., menegaskan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama orang tua dan masyarakat.

Dalam dialog Kita Indonesia Pro 1 RRI Singaraja, Dr. I Made Bagus Andi Purnomo menyampaikan bahwa sekolah harus menjadi pusat manajemen pendidikan yang mendorong keterlibatan aktif orang tua. “Penting sekolah untuk bukan hanya mendidik siswa, tetapi bagaimana mendrive proses itu. Sekolah menjadi stakeholder utama,” ujarnya.

Baca juga:

Menurutnya, keterlibatan orang tua selama ini masih terbatas pada momen-momen tertentu seperti pembagian rapor atau acara sekolah. Padahal, pola pendidikan yang diterapkan di sekolah perlu berjalan searah dengan pembinaan anak di rumah dan lingkungan masyarakat. Tanpa sinergi tersebut, proses pendidikan anak menjadi tidak optimal.

Dr. I Made Bagus Andi Purnomo juga mengingatkan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Program pencegahan perundungan dan kekerasan harus didukung oleh keluarga dan lingkungan sosial. Pendidikan karakter dan perlindungan anak harus berjalan konsisten di berbagai lingkungan.

Baca juga:

Ia menjelaskan, anak yang mendapatkan perlakuan baik di sekolah tetapi menghadapi kekerasan atau tekanan di rumah tetap berisiko mengalami masalah psikologis. Karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.

Konsep ini, menurutnya, sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah. “Setiap tempat itu harus jadi sekolah, setiap orang harus jadi guru. Jadi orang tua harus jadi guru untuk anak-anaknya di rumah,” ucapnya menekankan.

Baca juga: