Media Kampung – Pemerintah memastikan Program Magang Nasional akan terus berlanjut pada tahun 2026 dengan penambahan kuota peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa peningkatan ini sebagai respons terhadap antusiasme tinggi masyarakat terhadap program tersebut.

Program Magang Nasional 2026 akan dibuka dalam tiga gelombang, masing-masing memfasilitasi 50 ribu peserta. Gelombang pertama dijadwalkan mulai pada Juni 2026 dengan target 50 ribu peserta, dan pemerintah menginstruksikan perusahaan mitra untuk membuka serta mengumumkan lowongan magang melalui kanal resmi.

Upah peserta magang ditetapkan sebesar upah minimum di lokasi magang dan akan sepenuhnya dibayarkan dari APBN sesuai kesepakatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan. Yassierli menegaskan, program magang ini merupakan bekal penting bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Program Magang Nasional 2025 telah resmi berakhir dengan total peserta mencapai 76 ribu orang pada batch kedua. Evaluasi menunjukkan kepuasan tinggi dari peserta, dimana 85 persen menyatakan sangat puas dan hanya 0,7 persen yang kurang puas. Dari sisi perusahaan mitra, 81 persen dari sekitar 4 ribu perusahaan peserta batch pertama mengaku puas terhadap pelaksanaan program.

Manfaat program ini juga terlihat dari fakta bahwa sekitar 35 persen peserta batch pertama memperoleh tawaran kerja di tempat mereka menjalani magang. Yassierli menegaskan bahwa program ini membantu peserta mengenal sistem kerja perusahaan sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi persaingan kerja yang ketat di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.