Media Kampung, Jambi — Indonesia kembali memperingati Hari Pajak Nasional pada 14 Juli 2026. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengusung tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh” sebagai pengingat bahwa pertumbuhan penerimaan pajak menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional.

Tema tahun ini menggambarkan bahwa penerimaan pajak yang tumbuh secara sehat akan memperkuat kemampuan negara dalam membiayai pembangunan. Sekitar 74,7 persen pendapatan negara pada APBN 2026 berasal dari sektor perpajakan dengan target penerimaan mencapai Rp2.357,7 triliun.

Pajak sebagai Tulang Punggung Pembangunan

Penyuluh Pajak Madya Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi, Dendi Amrin, menegaskan bahwa pajak merupakan tulang punggung pembangunan. Pajak menjadi sumber pembiayaan berbagai layanan publik, mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, sekolah, puskesmas, hingga pembayaran gaji guru dan tenaga kesehatan.

Selain itu, pajak yang dipungut dari daerah akan kembali melalui mekanisme dana transfer ke daerah, termasuk Dana Bagi Hasil Pajak, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Apresiasi kepada Wajib Pajak

Momentum Hari Pajak Nasional 2026 juga menjadi kesempatan bagi DJP menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah memenuhi kewajiban perpajakannya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak. Setiap rupiah yang dibayarkan telah menjadi jalan yang kita lalui, sekolah tempat anak-anak belajar, hingga puskesmas tempat masyarakat berobat,” kata Dendi.

Dendi berharap masyarakat semakin memandang pajak sebagai bentuk gotong royong membangun bangsa, bukan sekadar kewajiban administrasi. “Kemandirian fiskal hanya bisa terwujud apabila masyarakat bersama-sama mendukung pembiayaan negara melalui pajak,” tutupnya.