Media Kampung – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melantik dan mengambil sumpah 57 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya pada Jumat, 26 Juni 2026. Pelantikan ini meliputi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas.
Eri menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja serta sistem merit. Seluruh proses mutasi telah melalui pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
“Saya tidak pernah ikut memilih pejabat karena saya tidak ingin pemerintahan ini dipengaruhi keinginan pribadi. Di sini tidak ada jabatan yang bayar, bersyukurlah kalian. Maka gunakan waktu Anda untuk kepentingan umat,” tegas Eri.
Menurutnya, pejabat yang dibutuhkan bukan hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus berkomitmen melayani dan menghormati masyarakat. Eri menjelaskan mutasi kali ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja birokrasi. Karena itu, camat, lurah, hingga kepala perangkat daerah diminta peka terhadap persoalan yang dihadapi warga.
“Saya minta semua pejabat peka terhadap warganya. Janganlah tidur kalau jadi pejabat. Ada warga yang tidak bisa makan, masa pejabat bisa tidur,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh pejabat struktural akan menjalani evaluasi menyeluruh dalam waktu enam bulan. Pejabat yang tidak mencapai target atau malas turun ke masyarakat diminta mengundurkan diri sebelum diberhentikan.
“Dalam waktu 6 bulan target tidak tercapai, saya harap jenengan sebelum saya turunkan, mengundurkan diri. Jangan hanya mengambil strukturalnya, tapi waktu, pemikiran, dan fisik Anda bukan untuk warga,” katanya.
Eri juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menjaga fasilitas publik, termasuk pedestrian yang kerap disalahgunakan menjadi lahan parkir liar. Menurutnya, sinergi kelurahan, kecamatan, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP diperlukan agar aset daerah tetap terpelihara.
“Kota Surabaya ini berjalan dengan baik kalau birokrasinya baik. Kalau hanya Wali Kotanya yang turun tapi sistem birokrasinya tidak berjalan, ya sama saja. Hari ini saya mencari orang-orang yang tepat untuk menduduki birokrasi ini,” tandasnya.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah Kota Surabaya, sebanyak 57 pejabat dilantik. Dari jumlah tersebut, 22 pejabat mendapat promosi, sedangkan 35 lainnya menjalani rotasi jabatan. Lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Achmad Zaini sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fikser sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herry Purwadi sebagai Kepala Disbudporapar, Trio Wahyu Bowo sebagai Kepala Dinas Perhubungan, dan dr. Arif Setiawan sebagai Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan