Media Kampung – 18 April 2026 | Badannya menyiapkan alternatif energi untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan LPG dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Jember, sebagaimana disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
BGN, yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan bergizi di daerah, berkoordinasi dengan sejumlah lembaga termasuk Pertagas dan Pertamina untuk memastikan dapur gizi tetap beroperasi meski terjadi gangguan pasokan LPG.
Pihak BGN menegaskan bahwa skema alternatif mencakup pemindahan penggunaan LPG ke gas alam melalui jaringan pipa atau CNG, sehingga dapur dapat beralih ke sumber energi yang lebih stabil.
Dadan Hindayana menjelaskan, “Di wilayah yang memungkinkan, penggunaan LPG dapat dialihkan ke gas alam melalui jaringan pipa atau CNG. Itu nanti SPPG-nya bisa memasang jaringan gas alam,” menambahkan bahwa langkah ini akan diterapkan di daerah dengan infrastruktur yang mendukung.
Penggunaan CNG dan jaringan pipa gas alam dipandang sebagai solusi jangka pendek yang dapat mengurangi ketergantungan pada LPG, terutama pada daerah yang memiliki akses ke jaringan gas nasional.
Hingga kini, BGN melaporkan bahwa pasokan LPG masih relatif aman dan belum menghambat pelaksanaan program, namun antisipasi tetap diperlukan mengingat potensi fluktuasi pasokan di masa depan.
Selain aspek energi, BGN terus melakukan evaluasi di tingkat daerah terkait kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan juknis, guna memastikan keseragaman pelaksanaan program di seluruh wilayah.
Tim pembinaan BGN melakukan kunjungan lapangan secara rutin, memberikan pelatihan kepada petugas dapur gizi, serta memantau penerapan SOP untuk meningkatkan kualitas layanan secara merata.
Pemerintah menargetkan agar seluruh dapur gizi dapat beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini, setelah implementasi alternatif energi dan penyempurnaan SOP selesai.
Keberhasilan antisipasi gangguan LPG diharapkan dapat menjaga kontinuitas penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya di daerah dengan kebutuhan tinggi seperti Jember dan sekitarnya.
Namun, tantangan tetap ada, antara lain keterbatasan jaringan pipa gas di wilayah terpencil dan kebutuhan investasi awal untuk instalasi CNG.
Pemerintah daerah dan pusat berkomitmen menyediakan dukungan finansial serta regulasi yang mempermudah instalasi infrastruktur energi alternatif.
Dengan langkah-langkah tersebut, kondisi terbaru menunjukkan bahwa dapur gizi di Jember tetap beroperasi tanpa gangguan signifikan, sementara persiapan alternatif energi terus berjalan untuk mengantisipasi potensi masalah di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan