Media Kampung – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan mengganggu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan stok BBM subsidi dan nonsubsidi saat ini dalam kondisi aman, dengan cadangan yang jauh melampaui batas minimal operasional.
Yuliot menjelaskan bahwa indikator cadangan operasional minimal untuk seluruh jenis BBM, termasuk Pertalite, Solar CN48, Pertamax, Pertamax Turbo, dan CN51, semuanya berada di atas ambang batas. Pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi global dan pergerakan rupiah untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Selain menjaga stok, pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi dalam negeri serta memperkuat kapasitas kilang nasional. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor energi di tengah ketidakpastian pasar global. Yuliot menegaskan, “Untuk kenaikan harga BBM subsidi, sesuai perhitungan, ada produksi dalam negeri yang kita dorong peningkatannya, dan kilang di dalam negeri sudah kita siapkan.”
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur pengadaan minyak mentah, BBM jadi, dan LPG. Regulasi ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Minyak mentah milik kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang sebelumnya diekspor kini dapat diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri dengan harga mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP). Yuliot menambahkan, “Kalau ada komitmen ekspor dari perusahaan KKKS, bisa dipasarkan di dalam negeri dengan harga ICP. Ini tidak merugikan perusahaan KKKS.”
Di samping mengoptimalkan pasokan domestik, pemerintah tetap membuka opsi impor melalui Pertamina dan Pertamina Patra Niaga jika diperlukan. Regulasi juga memberikan ruang bagi badan layanan umum (BLU) di sektor energi, seperti Lemigas, untuk berkontribusi dalam pengadaan energi nasional. Yuliot menyebutkan, “Jadi dari regulasi ini, Lemigas bisa melakukan impor.”
Pemerintah meyakini kombinasi peningkatan produksi migas domestik, penguatan kapasitas kilang, optimalisasi pasokan dalam negeri, dan fleksibilitas pengadaan energi akan menjaga pasokan BBM tetap aman. Dengan langkah-langkah ini, stabilitas pasokan energi nasional diharapkan terjaga sehingga aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat berjalan tanpa gangguan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan