Media Kampung – Perayaan kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai juara Liga Champions 2025/2026 di Paris berujung pada kerusuhan besar yang memicu tensi politik di Prancis. Setelah PSG mengalahkan Arsenal melalui adu penalti di final yang digelar di Budapest, ribuan pendukung merayakan kemenangan tersebut di ibu kota Prancis, namun perayaan berubah menjadi kekacauan yang melibatkan bentrokan dengan aparat keamanan.
Kepolisian Prancis menangkap 780 orang terkait kerusuhan yang terjadi, dengan 457 orang ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Kerusuhan di Paris dan sejumlah kota lain menyebabkan 219 orang terluka, termasuk 57 petugas kepolisian. Satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan motor saat kerusuhan berlangsung di Paris, seorang pria berusia 24 tahun yang menabrak blok beton di jalan lingkar kota.
Kerusuhan bermula saat parade kemenangan PSG di kawasan Champ-de-Mars dekat Menara Eiffel, di mana penggunaan suar dan aksi anarkis memicu bentrokan dengan polisi. Aparat keamanan terpaksa menggunakan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan yang semakin tidak terkendali. Gangguan juga terjadi di sekitar Stadion Parc des Princes saat PSG mempersembahkan trofi Liga Champions kepada para pendukungnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam keras tindakan kekerasan tersebut dan menyebutnya sebagai perbuatan yang tidak dapat diterima dan mencoreng momen kebanggaan nasional. Macron menegaskan pemerintah akan bertindak tegas untuk mencegah insiden serupa terulang kembali. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam penanganan kerusuhan tersebut.
Kemenangan PSG sendiri diraih setelah pertandingan final yang berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Pada adu penalti, PSG unggul 4-3 setelah Gabriel Magalhaes dari Arsenal gagal mengeksekusi tendangan penalti terakhir. Kapten PSG, Marquinhos, mendapat pujian atas sikap sportifnya dengan mendatangi Gabriel untuk memberikan dukungan secara langsung usai pertandingan.
Kerusuhan yang terjadi menciptakan dampak luas, termasuk gangguan layanan transportasi umum di Paris akibat bentrokan dan aksi perusakan. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengungkapkan bahwa para petugas keamanan dikerahkan sebanyak 6.000 personel untuk mengendalikan situasi yang memburuk. Selain korban meninggal, sejumlah petugas kepolisian mengalami luka-luka serius akibat bentrokan dengan pendukung yang tidak terkendali.
Perayaan yang awalnya menjadi momen kebanggaan atas keberhasilan PSG mempertahankan gelar Liga Champions tersebut kini menjadi sorotan karena dampak kerusuhan yang menimbulkan kerugian besar dan memicu perdebatan politik di Prancis mengenai pengelolaan keamanan dan pengendalian massa dalam acara olahraga berskala besar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan