Media Kampung, BengkalisPertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasinya melalui berbagai Program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat (PPM). Sepanjang 2025, fungsi Corporate Secretary PHR telah melaksanakan sebanyak 327 program pemberdayaan di 31 kabupaten yang tersebar pada lima provinsi di Pulau Sumatra. Program tersebut menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat dan memberikan dampak nyata di bidang lingkungan, ekonomi, kesejahteraan, serta sosial.

Berbagai capaian berhasil diraih melalui program tersebut. PHR mencatat peningkatan pendapatan mitra binaan hingga Rp7 miliar melalui pengembangan 288 produk UMKM. Selain itu, program juga menghasilkan penghematan energi sebesar 170.000 kWh, mendaur ulang lebih dari satu ton sampah, serta menanam lebih dari 89 ribu tanaman darat dan air di lahan seluas 120 hektare. Seluruh upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi hingga 919 ton CO2 ekuivalen per tahun.

Baca juga:

Di bidang kesejahteraan masyarakat, PHR telah menyelenggarakan 104 pembekalan sertifikasi vokasi dan memberdayakan 187 penyandang disabilitas. Sementara pada aspek sosial, perusahaan berhasil mengembangkan delapan destinasi ekowisata, menciptakan 39 green jobs, serta membuka 256 lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Untuk memastikan efektivitas program, fungsi Corporate Secretary melalui sub-fungsi Community Involvement Development (CID) melaksanakan survei daring pada 3 Juni 2026. Survei tersebut melibatkan 318 perwakilan penerima manfaat dari 20 field di tiga zona operasi. Jumlah responden dinilai telah melampaui kebutuhan minimum statistik berdasarkan metode Slovin sehingga mampu memberikan gambaran yang representatif mengenai persepsi masyarakat terhadap program PPM.

Dalam kegiatan tersebut, Manager Community Involvement Development (CID) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, memaparkan capaian operasi perusahaan, tata kelola Program PPM, hingga pentingnya peran local hero dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan. Salah satu kisah sukses lahir dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning di Prabumulih, Zona 4. Melalui program Muda Bersama (Perempuan Berdaya, Kelola Sampah Bersama), anggota KWT, Tri Ningsih, berhasil membina 13 kelompok wanita tani lainnya melalui inovasi pengolahan sampah menjadi pupuk organik dan produk herbal. Program tersebut tidak hanya meningkatkan omzet kelompok hingga sekitar Rp1 juta per bulan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi serta memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.

Baca juga:

Hasil survei menunjukkan lima dari enam indikator utama (Key Performance Indicators/KPI) Program PPM berhasil tercapai. Edukasi yang diberikan juga terbukti meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai industri hulu migas. Sebanyak 97 persen peserta memperoleh nilai di atas 70 pada post-test, dengan rata-rata nilai regional mencapai 90,92. Bahkan, 77 persen peserta meraih nilai antara 90 hingga 100 atau meningkat 38 persen dibandingkan hasil pre-test.

Survei juga memperlihatkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program yang dijalankan PHR. Sebanyak 88 persen responden menilai program pemberdayaan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan pelestarian lingkungan. Tak hanya itu, lebih dari 90 persen responden menyatakan siap mendukung keberlanjutan operasi PHR, menjaga hubungan harmonis dengan perusahaan, serta bersedia menyebarluaskan informasi positif mengenai berbagai program pemberdayaan yang telah dilaksanakan. Masyarakat juga berharap program-program tersebut terus diperluas, khususnya melalui penguatan UMKM, pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta perluasan akses pasar agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Manager Community Involvement Development (CID) Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan strategi perusahaan dalam mendukung keberlangsungan operasi melalui pemberdayaan masyarakat telah memberikan dampak yang signifikan. “Strategi perusahaan untuk mendukung operasi melalui pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan dampak signifikan. Dukungan mitra binaan mendorong kami untuk terus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Iwan, Sabtu 18 Juli 2026. Ia menegaskan, PHR akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Baca juga:

Melalui berbagai capaian tersebut, PHR semakin menegaskan komitmennya sebagai perusahaan energi nasional yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan produksi hulu migas, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan yang inklusif, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan hubungan harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah operasi.