Media KampungFestival Lampion Waisak yang digelar di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian menjelang perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026. Event ini menjadi salah satu aktivitas utama dalam perayaan keagamaan tersebut yang menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Untuk memastikan pengalaman menyaksikan festival berjalan lancar, panitia mengingatkan pentingnya memahami perbedaan antara tiket akses penonton dan tiket pelepas lampion. Tiket pelepas lampion memberikan akses ke area dalam atau ring 1 lapangan utama, sedangkan tiket penonton hanya memperbolehkan pengunjung menyaksikan dan mengambil foto dari luar pagar pembatas yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar pengunjung tidak kecewa saat berada di lokasi acara.

Selain itu, pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian berwarna putih polos yang sopan, dengan menutup bahu dan lutut. Hal ini karena festival lampion merupakan bagian dari rangkaian ibadah keagamaan yang memiliki nilai sakral. Penggunaan pakaian mencolok atau tidak sesuai aturan berpotensi dilarang masuk oleh petugas keamanan demi menjaga kesucian suasana.

Kepadatan kendaraan dan kemacetan kerap terjadi di sekitar kawasan Candi Borobudur pada malam Waisak. Oleh karena itu, pengunjung disarankan menggunakan transportasi umum atau ojek lokal untuk menghindari kesulitan mencari tempat parkir dan terjebak macet. Langkah ini juga membantu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi acara.

Pengunjung festival diminta untuk menjaga ketenangan selama prosesi pelepasan lampion berlangsung. Acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari penutupan ibadah Hari Raya Waisak. Oleh sebab itu, aktivitas yang menimbulkan kegaduhan atau suara keras tidak diperkenankan agar suasana khidmat tetap terjaga.

Setelah acara selesai, biasanya menjelang pukul 23.00 hingga dini hari, proses keluar dari area candi bisa memakan waktu lama akibat banyaknya pengunjung. Kesabaran menjadi kunci utama agar tidak merasa terganggu saat meninggalkan lokasi, karena padatnya massa yang hadir mencapai belasan ribu orang.

Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur merupakan peristiwa budaya dan keagamaan yang penting bagi umat Buddha dan masyarakat luas. Dengan mematuhi aturan dan tips yang diberikan, pengalaman menyaksikan festival akan lebih bermakna dan nyaman. Informasi resmi ini disampaikan oleh LPP RRI sebagai bagian dari upaya memberikan panduan praktis kepada pengunjung.

Persiapan dan penyelenggaraan festival juga mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak terkait demi kelancaran dan keamanan acara. Seiring dengan antusiasme masyarakat, kegiatan ini terus menjadi daya tarik wisata sekaligus wadah pelestarian tradisi keagamaan di Indonesia.

Dengan mengikuti panduan yang ada, pengunjung bisa menikmati keindahan ribuan lampion yang menerangi malam di sekitar Candi Borobudur sambil menghormati makna religius yang terkandung dalam perayaan Waisak 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.