Media Kampung – Setelah menerima daging qurban, pengelolaan yang tepat sangat penting agar daging tetap awet dan terhindar dari bau tidak sedap. Banyak ibu rumah tangga merasa kesulitan mengolah daging kurban dalam jumlah besar, terutama dalam menjaga kualitas dan kesegarannya.

Langkah pertama yang disarankan adalah membersihkan daging dengan mencucinya menggunakan air mengalir secara perlahan. Hal ini bertujuan menghilangkan sisa darah, serpihan tulang, maupun kotoran yang menempel selama proses penyembelihan. Menurut Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso, pencucian yang benar harus diikuti dengan penirisan agar daging tidak terlalu basah karena kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

Setelah dibersihkan, menyimpan daging di dalam freezer adalah cara terbaik untuk memperpanjang masa simpannya. Suhu di freezer yang berada di bawah -18°C dapat menjaga kesegaran daging hingga satu sampai dua bulan. Sementara itu, menyimpan daging di kulkas biasa dengan suhu sekitar 4°C hanya akan membuat daging bertahan maksimal 2-3 hari.

Untuk menghilangkan aroma prengus khas daging kambing atau sapi, penggunaan bahan-bahan alami seperti jahe, nanas, dan pepaya muda sebagai marinasi sangat dianjurkan. Daging yang dilumuri parutan jahe atau dibungkus daun pepaya selama 15-30 menit sebelum dimasak dapat mengurangi bau tajam tanpa membuat tekstur daging menjadi lembek, asalkan tidak terlalu lama direndam.

Penting juga memisahkan setiap bagian daging kurban sejak awal penerimaan. Daging, tulang, dan jeroan memiliki karakteristik berbeda dan harus disimpan terpisah agar kualitasnya tetap terjaga. Jeroan, yang lebih cepat rusak dan memiliki aroma kuat, perlu penanganan khusus agar tidak memengaruhi bagian lain.

Saat akan mencairkan daging beku, hindari membiarkannya di suhu ruang terlalu lama karena dapat memicu pertumbuhan bakteri pada permukaan. Metode yang disarankan adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller semalaman agar proses pencairan berlangsung perlahan dan tekstur daging tetap terjaga. Jika membutuhkan pencairan cepat, rendam daging dalam air dingin dengan kemasan tertutup rapat untuk menghindari kerusakan tekstur dan kontaminasi.

Pengelolaan daging kurban yang benar sejak awal sangat menentukan kualitas dan keamanan konsumsi daging. Dengan menerapkan tips-tips ini, masyarakat dapat menikmati daging qurban tanpa khawatir kualitasnya menurun atau menimbulkan bau tidak sedap.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.