Media Kampung, Batam — Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar pertemuan bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Batam serta Solidaritas Pembawa Acara (SWARA) Kota Batam pada Selasa, 14 Juli 2026. Pertemuan ini membahas strategi memperkuat sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai agenda dan event daerah.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata bersama jajaran pengurus SWARA yang dipimpin Maharani Purba. Dari DPRD Kota Batam, hadir Ketua Komisi IV Dandis Rajagukguk, Sekretaris Komisi IV Hj. Asnawati Atiq, serta anggota Komisi IV Taufik Ace Muntasir, H. Hery Herlangga, Tapis Dabal Siahaan, dan Muhammad Yunus.

Fokus pembahasan diarahkan pada upaya meningkatkan daya saing sektor pariwisata Batam, terutama dalam memanfaatkan momentum tingginya mobilitas wisatawan saat musim libur sekolah. Selain mengevaluasi kondisi terkini, pertemuan juga membahas sejumlah agenda pariwisata yang dinilai berpotensi mendatangkan lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pariwisata sebagai Sektor Andalan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Dandis Rajagukguk menilai sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Pariwisata ini sektor andalan kita dalam mendongkrak perekonomian, khususnya UMKM, serta menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tentu, kita harus bersinergi dengan banyak pihak, termasuk dalam menggelar event yang dapat menjadi daya tarik orang datang ke Batam, baik wisatawan mancanegara maupun pengunjung domestik,” ujarnya.

Evaluasi Kenduri Seni Melayu

Komisi IV juga menyoroti penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu (KSM) yang dinilai telah menjadi salah satu agenda budaya yang mampu memperkuat identitas Batam sekaligus menarik minat wisatawan. Namun, DPRD menilai kualitas pelaksanaannya masih perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Muhammad Yunus berharap penyelenggaraan KSM ke depan semakin matang, baik dari sisi konsep maupun pelibatan masyarakat.

“Kami harapkan Dinas Pariwisata selaku pelaksana terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pelaksanaan KSM, baik dari sisi kualitas acara, promosi, maupun penglibatan masyarakat secara lebih luas,” katanya.

Tanggapan Disbudpar

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata menyatakan seluruh saran yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun program pariwisata berikutnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas event diharapkan tidak hanya memperkuat citra Batam sebagai destinasi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.