Media Kampung – PT BYD Motor Indonesia resmi memperkenalkan teknologi terbaru Dual Mode (DM) di Kota Medan, menjadikannya lokasi pertama di luar Pulau Jawa yang mendapatkan teknologi ini. Sistem kendaraan yang menggabungkan konsumsi energi listrik dan bahan bakar dalam satu kendaraan itu diperkenalkan melalui BYD Tech Culture Fest Medan 2026 yang digelar pada Sabtu (6/6/2026). Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperluas transisi kendaraan ramah lingkungan ke luar kota-kota besar.

Head of Public Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Medan dipilih karena perusahaan ingin memperluas jangkauan inovasi kendaraan energi baru ke luar Pulau Jawa. “Medan menjadi kesempatan pertama dalam teknologi terbaru dua mode, yaitu konsumsi minyak dan listrik. Kami memilih Medan karena kendaraan itu bukan hanya soal Pulau Jawa dan kota besar, tetapi kota-kota di luar Pulau Jawa juga. Ini momen yang tepat untuk mengenalkan teknologi terbaru ini,” ujar Luther.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menambahkan Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam perkembangan kendaraan energi baru di Indonesia. Menurutnya, Medan bukan hanya pintu gerbang Sumatera, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang potensial. “Kami sangat senang berada di Sumatra Utara. Di BYD kami percaya transisi mobil hijau dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Medan bukan hanya gerbang utama, tetapi salah satu pusat pertumbuhan. Hari ini kami hadir membawa inovasi global lebih dekat ke semuanya,” kata Eagle.

Ia menekankan bahwa persoalan perkotaan seperti kemacetan dan mahalnya bahan bakar menjadi alasan masyarakat membutuhkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan fleksibel. “Ini bukan sekadar spesifikasi, tapi bagaimana teknologi menjadi pengalaman yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat butuh solusi yang efisien dan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya. Eagle menjelaskan strategi BYD di Indonesia bertumpu pada dua pilar utama, yaitu kendaraan listrik penuh (EV) dan teknologi Dual Mode (DM) yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Pendekatan itu memberikan fleksibilitas berkendara bagi masyarakat dengan kebutuhan mobilitas berbeda.

Saat ini, BYD telah menghadirkan tujuh model kendaraan di Indonesia, memiliki lebih dari 100 showroom secara nasional termasuk 14 di Sumatera, serta mencatat sekitar 90 ribu kendaraan beroperasi di Indonesia dan lebih dari 2.500 pengguna di Sumatera. Kepala Seksi Dinas Perhubungan Kota Medan, Agustinus, menilai kehadiran BYD dapat menjadi bagian dari perubahan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan di Kota Medan. “BYD sudah cukup lama berkeliaran di Kota Medan. Yang penting, BYD menjadi agen perubahan untuk persoalan di Kota Medan. Kami dari Dishub Kota Medan menjadi pengguna pertama kendaraan listrik di Kota Medan,” katanya.

Ia mengatakan pemanfaatan kendaraan listrik menjadi salah satu langkah menuju transportasi yang aman, nyaman, bebas polusi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Melalui BYD Tech Culture Fest Medan, masyarakat diperkenalkan langsung dengan sejumlah teknologi kendaraan energi baru, seperti sistem Dual Mode, area uji coba kendaraan, hingga pengalaman interaktif mengenai efisiensi energi. Kehadiran festival ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta membuka babak baru perjalanan elektrifikasi di Sumatera Utara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.