Media Kampung – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis, mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Prancis untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul gelombang demonstrasi besar yang berujung kerusuhan di berbagai wilayah, khususnya Paris.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terlibat atau menjadi korban dalam aksi demonstrasi. Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah, mengatakan, “KBRI Paris telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah kerja agar senantiasa berhati-hati, mencermati perkembangan situasi keamanan, menghindari kerumunan demonstrasi, serta memantau informasi resmi dari otoritas setempat.”

Dampak Kerusuhan di Paris

Dampak kerusuhan di kawasan Paris telah mengganggu aktivitas harian masyarakat, mulai dari penutupan jalan, kemacetan parah, hingga penyesuaian operasional transportasi umum dan sekolah. Supermarket, toko pakaian, gerai barang mewah, hingga Apple Store kini menjadi sasaran massa di tengah meningkatnya kemarahan terhadap mahalnya kebutuhan pokok dan bahan bakar. Untuk itu, Kemenlu mengimbau WNI untuk menyesuaikan rencana perjalanan harian.

Dalam kondisi darurat, WNI di Prancis dapat segera menghubungi Hotline KBRI Paris di nomor 33-6-2112-2109.

Penyebab dan Tuntutan Demonstrasi

Gelombang unjuk rasa besar-besaran ini dipicu oleh aksi protes siswa SMA di berbagai kota Prancis sejak pertengahan September. Mereka menuntut alokasi tambahan dana pendidikan, perbaikan fasilitas belajar, penambahan staf pengajar, serta evaluasi mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi melalui platform Parcoursup.

Merespons tekanan itu, Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyatakan pemerintah tengah meninjau ulang platform Parcoursup serta telah menempatkan dua pertiga dari 3.000 guru pengganti yang dijanjikan ke sekolah-sekolah.