Media Kampung – Pangsa pasar gabungan Toyota dan Daihatsu, dua merek otomotif andalan dari Grup Astra, menunjukkan penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data penjualan retail yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa pangsa pasar mereka menyusut dari 52,8 persen pada Januari-September 2024 menjadi 49,1 persen pada periode yang sama di tahun 2025, dan terus menurun menjadi 45 persen pada tahun 2026.

Walaupun demikian, volume penjualan fisik dari kedua merek ini mengalami pertumbuhan positif. Pada Januari-September 2026, total penjualan retail Toyota mencapai 194.519 unit, meningkat 3,53 persen dibandingkan 187.883 unit di tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan Daihatsu juga mengalami kemajuan yang lebih signifikan, mencapai 109.376 unit, atau tumbuh 9,01 persen dari 100.334 unit pada periode yang sama di tahun 2025.

Data Penjualan dan Pangsa Pasar

Jika ditelusuri lebih jauh, puncak penjualan gabungan kedua merek ini terjadi pada periode Januari-September 2022 dengan total 374.784 unit. Pada saat itu, pangsa pasar mereka mencapai 51,1 persen. Namun, penjualan mulai mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya, dengan angka penjualan gabungan menyusut menjadi 360.467 unit pada Januari-September 2023 dan 347.456 unit pada tahun 2024. Penjualan mencapai titik terendah di 288.217 unit pada Januari-September 2025.

Penyebab Penurunan Pangsa Pasar

Menurut Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, penurunan pangsa pasar tersebut dipengaruhi oleh banyaknya merek otomotif baru yang masuk ke pasar Indonesia dalam 3-5 tahun terakhir. Sementara itu, pertumbuhan pasar kendaraan penumpang relatif terbatas, dengan pertumbuhan yang lebih signifikan terjadi pada segmen kendaraan komersial.

Bansar juga menyatakan bahwa meskipun pasar otomotif domestik mengalami dinamika yang cukup besar, Toyota masih mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan kenaikan lebih dari 8 persen secara wholesales dibandingkan tahun lalu.

Statistik Penjualan Kendaraan Penumpang

Berikut adalah data penjualan retail kendaraan penumpang merek Jepang di Indonesia untuk periode Januari-September 2026:

  • Toyota: 194.519 unit (28,8 persen)
  • Daihatsu: 109.376 unit (16,2 persen)
  • Suzuki: 54.179 unit (8 persen)
  • Mitsubishi Motors: 50.407 unit (7,5 persen)
  • Honda: 35.885 unit (5,3 persen)
  • Mazda: 2.537 unit (0,4 persen)
  • Nissan: 353 unit (0,1 persen)

Secara keseluruhan, meskipun pangsa pasar Toyota dan Daihatsu mengalami penurunan, angka penjualan mereka menunjukkan tren positif yang mencerminkan pergeseran dinamika pasar otomotif di Indonesia.