Media Kampung – Demonstrasi yang menentang tingginya biaya hidup di Italia berujung ricuh pada Sabtu (17/10). Aksi saling serang antara massa dengan petugas pun tak terhindarkan. Media Italia melaporkan bahwa polisi sempat menembakkan gas air mata setelah massa aksi melempari petugas dengan batu di alun-alun depan Katedral Gotik Milan.

Kericuhan juga terjadi di Kota Bologna, di mana polisi menggunakan water cannon untuk membubarkan massa setelah aksi demonstrasi berubah menjadi kekerasan. Sebanyak tujuh orang ditangkap, menurut kantor berita ANSA.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengecam aksi kekerasan tersebut. Meloni menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak warga, tetapi tidak boleh berujung pada kerusuhan. “Berdemonstrasi adalah hak. Mengubah kota-kota kita menjadi medan pertempuran bukanlah hak,” kata Meloni melalui akun X-nya.

Di Milan, polisi antihuru-hara juga berupaya membubarkan demonstran yang memasuki Galleria Vittorio Emanuele II, pusat perbelanjaan mewah di salah satu sisi alun-alun katedral. Sejumlah kelompok demonstran dilaporkan memisahkan diri dari aksi protes utama yang menyoroti tingginya biaya hidup. Sejumlah toko menutup pintu dan wisatawan bergegas meninggalkan kawasan pusat kota. Stasiun metro Duomo, yang berada di dekat katedral, juga ditutup selama bentrokan berlangsung.

Beberapa orang dilaporkan terluka dan sejumlah penangkapan dilakukan, menurut media Italia. Kericuhan di Italia terjadi di tengah gelombang demonstrasi serupa di negara tetangganya, Prancis, di mana puluhan ribu orang juga turun ke jalan untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik.