Media Kampung – Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei nasional bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”. Survei tersebut menunjukkan bahwa 65,4% responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Rinciannya, 58,6% responden menyatakan puas, sementara 6,8% lainnya sangat puas. Di sisi lain, 32,5% responden menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas, sedangkan 2,1% lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei ini juga mengungkap bahwa 67% responden percaya pemerintah mampu menjalankan tugas dengan baik. Sebanyak 24,4% menyatakan tidak percaya, sementara 8,6% lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Penilaian Program Pemerintah
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan, salah satu faktor yang mendasari kepuasan responden adalah penilaian positif terhadap sejumlah program pemerintah. PPI mencatat bahwa bantuan sosial (bansos) menjadi program yang paling banyak dinilai baik, dengan persentase 15,9%. Program lainnya yang dinilai baik adalah Sekolah Rakyat sebesar 12,6% dan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 11%. Program lain yang juga mendapat penilaian positif meliputi sekolah gratis hingga kuliah sebesar 8,1%, cek kesehatan gratis 7,7%, serta program pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan sebesar 6,7%.
Alasan Kepuasan Responden
Adi juga memaparkan sejumlah alasan mengapa responden merasa puas terhadap kinerja pemerintah. Bansos yang dinilai semakin banyak menjadi alasan terbanyak, yakni 16,7%. Selanjutnya, penangkapan koruptor mencapai 10,3% dan Sekolah Rakyat mencapai 9,8%. “Pertama adalah bantuan sosial yang semakin banyak. Ada sekitar 16,7% yang menganggap bantuan sosial makin banyak yang sudah diberikan oleh pemerintah. Kemudian yang kedua adalah koruptor yang semakin banyak ditangkap 10,3%,” tutur Adi saat memaparkan hasil survei dalam Zoom Meeting, Minggu (18/10).
Adi menambahkan bahwa program pendidikan gratis hingga kuliah, cek kesehatan gratis, serta harga BBM jenis Pertalite yang tidak naik juga menjadi alasan responden merasa puas terhadap kinerja pemerintah. “Ini adalah variabel-variabel yang kemudian menjelaskan kenapa ada sekitar 65% masyarakat merasa puas terkait dengan kinerja pemerintahan saat ini,” ujarnya.
Persoalan yang Menjadi Alasan Ketidakpuasan
Di sisi lain, PPI mencatat sejumlah persoalan yang menjadi alasan ketidakpuasan responden. Sebanyak 11,8% dari responden yang tidak puas menilai bahwa kondisi ekonomi sulit dan menurun. Selanjutnya, 11,4% menilai bansos masih kurang atau tidak tepat sasaran, sedangkan 10,4% menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok. Adi mengatakan bahwa kemiskinan, kondisi ekonomi, dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian utama masyarakat saat ini.











