Media Kampung, Jakarta – WPP Media Indonesia bakal menggelar Content Day 2026 The Age of Influence di Ciputra Artpreneur, Jakarta pada Kamis (15/10). Acara ini akan mempertemukan lebih dari 400 eksekutif pemasaran dan pemimpin bisnis dari kawasan Asia Pasifik.
Content Day 2026 akan menjadi forum diskusi mengenai perubahan lanskap industri pemasaran, khususnya peran kreator konten, kecerdasan buatan (AI), dan kepercayaan konsumen dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Dalam kesempatan ini, WPP Media bersama Kalodata juga akan meluncurkan APAC Creator Economy Landscape Study 2026, sebuah laporan yang memetakan perkembangan ekonomi kreator di 15 pasar Asia Pasifik.
Pertumbuhan Ekonomi Kreator
Salah satu temuan dalam laporan tersebut menunjukkan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) social commerce di Asia Pasifik telah melampaui 23,2 miliar dolar AS, tumbuh 81 persen secara tahunan (year-on-year YoY). Pertumbuhan ini turut didorong oleh aktivitas pemasaran afiliasi, dengan GMV afiliasi mencapai 14 miliar dolar AS atau meningkat 121 persen secara tahunan, berkontribusi sebesar 65 persen terhadap keseluruhan transaksi social commerce. Ekosistem ini juga didukung oleh 19,4 juta afiliator aktif di kawasan Asia Pasifik.
Pergeseran Perilaku Konsumen
Laporan WPP Media dan Kalodata juga menyoroti perubahan interaksi konsumen dengan konten digital. Aktivitas pemasaran kini tidak lagi hanya bertumpu pada jumlah tayangan, likes, atau komentar, tetapi juga kemampuan konten dalam mendorong transaksi. Di Indonesia, volume konten tercatat meningkat 37 persen, sementara jumlah tayangan tumbuh 9 persen, tetapi tingkat interaksi tradisional justru turun 11 persen secara tahunan.
Temuan ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen menuju interaksi yang lebih berorientasi pada pembelian, seperti mengklik tautan afiliasi dan keranjang belanja. Perubahan ini mendorong pelaku industri untuk mengevaluasi strategi pemasaran mereka.
Peran Nano-Kreator
Studi menemukan peningkatan peran nano-kreator dalam ekosistem pemasaran digital, dengan pangsa kelompok ini meningkat sekitar empat kali lipat hingga mencapai 22 persen dari total kreator. Sejumlah merek mulai memanfaatkan teknologi otomatisasi untuk mengelola kolaborasi dengan kreator dalam jumlah besar, yang digunakan untuk menguji efektivitas materi pemasaran sebelum diperluas melalui iklan berbayar.
Pernyataan CEO WPP Media
CEO WPP Media Indonesia, Sri Widowati, menyatakan bahwa perubahan ini menuntut perusahaan untuk melihat pemasaran sebagai ekosistem yang melibatkan kreator dan komunitas, bukan sekadar penempatan iklan. Ia juga menekankan bahwa merek modern bukan lagi sekadar iklan linier berdurasi 30 detik, melainkan sebuah mosaik dinamis yang terbentuk melalui ribuan titik interaksi dengan kreator dan komunitas.
Diskusi dengan Pemimpin Industri
Content Day 2026 juga akan menghadirkan sejumlah pemimpin perusahaan untuk membahas transformasi bisnis, strategi mempertahankan margin keuntungan, serta penguatan merek di tengah ketidakpastian ekonomi. Diskusi ini akan dimoderatori oleh Sri Widowati dan menghadirkan narasumber dari berbagai perusahaan global seperti Meta, Google Indonesia, dan TikTok Global Solutions.
Acara ini diharapkan dapat membantu para pemimpin bisnis memahami cara mengukur kontribusi ekonomi kreator terhadap hasil bisnis secara lebih konkret.













