Media Kampung – Basarnas menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21, Sabtu (31/10/2026) malam. Keputusan tersebut diambil setelah Basarnas mengevaluasi efektivitas operasi bawah air sekaligus mempertimbangkan keselamatan para penyelam.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan kondisi jasad korban yang berada di dalam bangkai kapal telah berubah sehingga proses evakuasi melalui penyelaman tidak lagi efektif. “Pada beberapa hari pertama, kondisi korban yang dievakuasi masih memungkinkan untuk terapung. Namun, saat ini kondisi tersebut telah berubah. Korban berisiko terurai ketika coba dikeluarkan dari dalam kapal,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Struktur Kapal Semakin Labil

Selain kondisi korban, struktur bangkai kapal yang semakin tidak stabil juga menjadi pertimbangan utama penghentian penyelaman. Syafii menyebut masih terdapat bagian kapal, termasuk lambung kiri, yang belum tersentuh. Namun, kondisi badan kapal dinilai terlalu berisiko bagi penyelam. Basarnas kini mendorong pemilik kapal melakukan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal. Langkah tersebut dinilai menjadi opsi paling memungkinkan untuk mengevakuasi korban yang diduga masih berada di dalam kapal setelah bangkai kapal diangkat ke permukaan.

Pencarian di Permukaan Tetap Berjalan

Penghentian operasi penyelaman bukan berarti seluruh operasi SAR KM Virgo Transport 8 dihentikan. Basarnas tetap melakukan pencarian di permukaan laut, terutama di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus. Area pencarian juga diperluas hingga mencakup perairan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

55 Korban Masih Dicari

Hingga Sabtu (31/10) pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat sebanyak 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercantum dalam manifes KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat, sedangkan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 orang masih dalam pencarian. Operasi SAR akan terus difokuskan pada pencarian korban di permukaan laut sembari menunggu langkah lanjutan terkait pengangkatan bangkai kapal.