Media Kampung, Sikka – Proses pencarian tiga penyelam yang hilang di perairan Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlanjut setelah satu penyelam asal Austria berhasil ditemukan selamat oleh nelayan. Tiga penyelam lainnya, termasuk dua warga negara Irlandia dan seorang warga negara Indonesia, masih dalam pencarian.

Keempat penyelam tersebut terpisah dari rombongan saat melakukan penyelaman di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, pada Minggu, 4 Oktober 2026. Ketiga penyelam yang masih dicari adalah Dervla Mulligan (28) dan Darragh Mc Kiernan (27), keduanya warga negara Irlandia, serta Frederik Horipun (39), seorang pemandu selam asal Indonesia. Sementara itu, Patricia Retter (42), warga negara Austria, ditemukan selamat oleh nelayan di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai hilangnya penyelam tersebut dari seorang pemandu wisata bernama Riana sekitar pukul 14.10 WITA. Kejadian tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WITA ketika enam orang, terdiri atas dua pemandu selam WNI dan empat WNA, melakukan penyelaman. Mereka kemudian dibagi menjadi dua tim. Satu tim yang terdiri atas seorang pemandu WNI dan seorang WNA asal Belanda berhasil kembali ke permukaan, sementara empat orang dari tim lainnya tidak kunjung muncul.

Pada saat kejadian, kondisi arus di lokasi penyelaman dilaporkan cukup kencang, yang kemungkinan besar menjadi penyebab hilangnya ketiga penyelam tersebut. Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere segera mengerahkan Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa menuju lokasi kejadian.

Pencarian dimulai pada pukul 16.00 WITA, dan sekitar 30 menit kemudian, informasi mengenai ditemukannya Patricia Retter selamat mulai tersebar. Patricia kemudian dibawa ke Nangahale untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meskipun satu penyelam telah ditemukan, ketiga penyelam lainnya masih dalam pencarian intensif hingga Minggu sore.

Pada pukul 17.45 WITA, tim SAR memperluas area pencarian menggunakan sekoci dan mengoperasikan drone berteknologi termal untuk membantu memantau perairan. Fathur menyatakan bahwa tim SAR terus mengoptimalkan seluruh unsur dan sarana yang tersedia dalam operasi pencarian ini. “Kami berharap ketiga korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Operasi SAR hari pertama melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Ditpolair Polda NTT, Satpolair Polres Sikka, dan Lanal Maumere. Pencarian terhadap Dervla, Darragh, dan Frederik akan dilanjutkan pada Senin, 5 Oktober 2026, pagi.