Media Kampung, Buleleng – Upaya menjaga kelestarian pesisir dan laut memerlukan lebih dari sekadar edukasi dan kegiatan pelestarian; sumber pendanaan yang berkelanjutan juga menjadi faktor kunci. Pendiri Yayasan Banyumilir, I Ketut Wiryadana, menegaskan bahwa keberadaan usaha yang dikelola bersama dapat berkontribusi pada pembiayaan kegiatan konservasi. Melalui pengembangan usaha dive center, yayasan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk desa melalui BUMDes, kelompok nelayan, dan masyarakat pengawas. Model kolaboratif ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga sumber daya laut.

I Ketut Wiryadana menjelaskan pentingnya memiliki sumber pendapatan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan konservasi. “Tanpa ekonominya ada, tanpa sumber pendapatannya ada, mustahil semuanya berjalan,” ungkapnya. Pengelolaan usaha bersama ini diarahkan agar pendapatan yang diperoleh dapat dikembalikan untuk mendukung pelestarian sumber daya di desa. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dari wisata bahari tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha, tetapi juga turut mendukung upaya menjaga lingkungan laut.

Pembagian manfaat dari usaha bersama menjadi salah satu cara untuk mendukung konservasi dalam jangka panjang. “Ketika kita membangun suatu usaha yang sifatnya itu bersama, kemudian pendapatan yang kita hasilkan secara proporsional kita akan kembalikan kembali kepada sumber daya,” jelasnya. Melalui pengembangan usaha yang melibatkan masyarakat, Yayasan Banyumilir berharap kegiatan konservasi dapat terus berjalan tanpa bergantung pada bantuan atau program jangka pendek. Pendekatan ini sekaligus mendorong pengelolaan wisata bahari yang memberikan manfaat ekonomi dan menjaga kelestarian pesisir serta laut Buleleng.