BANYUWANGI – Ketua LP Ma’arif NU PCNU Banyuwangi, Saeroji, menegaskan pentingnya penguatan karakter dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh lembaga pendidikan naungan Ma’arif NU. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pelantikan Pramuka Penggalang Ramu Gugus MI se-Kecamatan Cluring Tahun 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Gugus Depan MTs Roudlotul Muta’alimin Simbar itu diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif di Kecamatan Cluring. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter, kepemimpinan, sekaligus konsolidasi peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Ma’arif NU Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Saeroji menekankan bahwa tata kelola pendidikan di lingkungan Ma’arif harus dijalankan secara profesional sesuai regulasi dan sistem organisasi yang baik. Menurutnya, kepala madrasah memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan lembaga pendidikan melalui kepemimpinan yang visioner dan terukur.
“Penguatan tugas pokok kepala madrasah harus terus dilakukan agar capaian pendidikan lebih jelas, terukur, dan mampu membawa kemajuan bagi lembaga yang dikelola,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat tercapai tanpa adanya komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada kemajuan lembaga.
Selain penguatan tata kelola, Saeroji menilai pelatihan keprofesian bagi guru dan kepala madrasah menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Menurutnya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lembaga pendidikan yang unggul dan dipercaya masyarakat.
“Seluruh elemen pendidikan Ma’arif harus terus bergerak bersama meningkatkan kualitas layanan pendidikan dengan mengedepankan profesionalisme, inovasi, dan semangat pengabdian terhadap dunia pendidikan Nahdliyin,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saeroji juga menyoroti pentingnya pendidikan kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik. Ia menyebut pelantikan Penggalang Ramu bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses pendidikan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan.
“Pendidikan pramuka adalah pendidikan keterampilan yang sangat strategis dalam mempersiapkan kader yang berkarakter mulia,” katanya di hadapan peserta dan para pembina pramuka.
Menurutnya, kegiatan pramuka di lingkungan Ma’arif NU juga menjadi ruang efektif dalam memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja) kepada generasi muda. Melalui pendidikan kepanduan, peserta didik dibina untuk memiliki semangat kebersamaan, jiwa sosial, cinta tanah air, serta loyalitas terhadap nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Momentum tersebut sekaligus mencerminkan sinergi kuat antara pengurus Ma’arif, kepala madrasah, guru, pembina pramuka, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang unggul, berkarakter, dan tetap berpijak pada tradisi Aswaja An-Nahdliyah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan