Media Kampung – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa aparat penegak hukum berhasil membongkar 59 jaringan sindikat narkotika dalam satu tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan jaringan internasional.

Dalam pernyataannya pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, 26 Juni 2026, Dudung menyebutkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Polri. Selain membongkar jaringan, aparat juga menggagalkan penyelundupan lebih dari 200 ton narkotika dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp29 triliun.

“Capaian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika guna melindungi masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Dudung.

Dudung menekankan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa. Ia mengingatkan ancaman penyalahgunaan narkotika masih serius, dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba pada 2026 di atas dua persen atau mencakup lebih dari empat juta orang di Indonesia.

“Angka tersebut bukan sekadar statistik, karena di balik setiap kasus terdapat dampak sosial yang dirasakan keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dudung juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah penyalahgunaan narkoba, dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kampanye anti-narkoba mendukung agenda pembangunan Asta Cita, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif secara global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.