Media Kampung, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh terhadap penggerebekan peredaran narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan narkoba di ibu kota.
Menurut Pramono, tidak ada keuntungan bagi siapa pun yang menggunakan narkoba. Pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga agar tidak terjerumus dalam masalah narkoba yang dapat merusak masa depan.
Operasi Penggerebekan di Kampung Bahari
BNN bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara melakukan penggerebekan pada Kamis pagi di kawasan Kampung Bahari. Dalam operasi tersebut, tiga tersangka berhasil ditangkap beserta barang bukti berupa narkoba jenis sabu, logam mulia, dan uang tunai.
Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari penangkapan gembong narkoba berinisial MR, yang dikenal sebagai Bos Gendut, di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 12 Agustus 2026. MR merupakan buron dalam kasus kepemilikan 98 kilogram sabu, logam mulia, serta uang tunai sebesar Rp 1,3 miliar yang sebelumnya diungkapkan di Kampung Bahari pada November 2025.
Pengembangan Kasus dan Dugaan Pencucian Uang
BNN terus mengembangkan penyidikan terkait jaringan narkoba yang masih beroperasi di kawasan tersebut. Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardi, menyatakan bahwa pihaknya juga menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait dengan barang bukti uang tunai senilai Rp 1,277 miliar yang ditemukan.
Peran Pemerintah dan Pentingnya Kesadaran Warga
Pramono menegaskan bahwa langkah aparat penegak hukum mendapat dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap pengungkapan kasus ini menjadi peringatan dan pembelajaran bagi masyarakat untuk menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik.
Upaya bersama antara pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat memutus rantai peredaran narkoba di Jakarta, khususnya di wilayah rawan seperti Kampung Bahari.














Tinggalkan Balasan