Media Kampung, Jakarta – Selebgram Julia Prastini, yang dikenal dengan nama Jule, ditangkap oleh petugas Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis etomidate yang disalahgunakan melalui cartridge vape. Penangkapan dilakukan pada 14 September 2026 di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan setelah Jule menerima paket berisi cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.
Kasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Michael Kharisma Tandayu, menjelaskan bahwa penangkapan Jule merupakan hasil pengembangan dari kasus peredaran vape beretomidate yang sebelumnya menjerat dua perempuan berinisial RR dan RN di Jakarta Barat. Dari pengembangan kasus tersebut, petugas menemukan bukti pengiriman barang kepada Jule sehingga langsung bergerak ke apartemennya.
Dalam penggeledahan di apartemen, polisi menemukan satu cartridge vape baru dan satu cartridge bekas pakai yang diduga mengandung etomidate. Hasil tes urine Jule menunjukkan positif mengonsumsi narkotika golongan II jenis etomidate. Selain Jule, polisi juga menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial XC yang diduga sebagai pemasok utama jaringan ini. Dari tangan XC, polisi menyita 71 cartridge vape berisi etomidate, menambah total barang bukti yang mencapai lebih dari seratus cartridge vape.
Kasus ini mengungkap fakta adanya jaringan peredaran narkotika yang telah beroperasi sejak Juli 2026 dengan sistem pemasaran dari mulut ke mulut. Keuntungan yang diperoleh bandar mencapai sekitar Rp700.000 per cartridge vape. Dalam rangkaian penyidikan tersebut, empat orang telah diamankan, yakni RR, RN, XC, dan Jule. RR, RN, dan XC telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan Jule diposisikan sebagai pengguna dan akan menjalani rehabilitasi.
Penangkapan Jule juga memunculkan sorotan terkait tekanan psikologis yang dialaminya. Dalam pemeriksaan, Jule mengaku mulai menggunakan etomidate melalui vape selama dua sampai tiga minggu sebelum penangkapan, dengan alasan pribadi berupa stres. Kehidupan pribadi Jule memang sempat menjadi perhatian publik, termasuk isu keretakan rumah tangga dan hubungan dengan beberapa pria yang pernah menjadi sorotan media.
Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta hingga kini masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk membongkar jaringan tersebut secara tuntas. Penindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mengurangi penyalahgunaan narkotika melalui metode vape yang semakin marak di kalangan masyarakat.













Tinggalkan Balasan