Media Kampung, El Paso – Seorang ibu berusia 44 tahun di Texas, Janie King, diduga melakukan penikaman terhadap putranya yang berusia 14 tahun saat anaknya sedang bermain video game di rumah mereka di West El Paso. Anak tersebut selamat setelah mengalami beberapa luka tusuk, sementara Janie King kini menghadapi dakwaan penyerangan berat dengan senjata mematikan.
Insiden ini terjadi pada 2 September ketika kepolisian El Paso menerima laporan penikaman di sebuah rumah di Nordstrom Avenue sekitar pukul 17.47 waktu setempat. Menurut dokumen pengadilan, korban sedang duduk di kursi bermain game ketika ibunya masuk ke kamar membawa sebuah tongkat bisbol di satu tangan dan pisau kecil di tangan lainnya. Korban sempat meminta ibunya meletakkan senjata, namun Janie King diduga melepaskan tongkat dan mulai menikam anaknya dengan pisau tersebut.
Korban mengalami dua luka tusuk di leher, dua luka di lengan kanan, satu luka di bawah ketiak kiri, dan luka sayat di tangan kanan. Seorang saudara korban yang berada di rumah mendengar suara gaduh, lari, dan teriakan dari lantai atas. Ia mendengar korban berteriak, ‘Dia berusaha membunuhku.’ Saudara tersebut menemukan korban dalam kondisi berdarah dan melaporkan bahwa Janie King mengikuti korban ke bawah tangga sambil membawa pisau. Korban kemudian mencoba melindungi diri dengan mengambil bangku dapur dan dibawa ke kamar yang kemudian dikunci, sambil menelepon 911 dan menggunakan handuk untuk menghentikan pendarahan.
Setelah polisi tiba, Janie King tetap berada di garasi rumah. Petugas SWAT menggunakan bor untuk membuka pintu garasi dan menangkap Janie King sekitar pukul 22.20 malam. Janie King kini menjalani proses hukum dengan tuduhan penyerangan berat menggunakan senjata tajam. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan Janie King dianggap tidak bersalah sampai ada keputusan pengadilan.
Kasus ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap keselamatan anak dan penanganan konflik keluarga, terutama yang melibatkan kekerasan fisik. Kejadian seperti ini juga mengingatkan akan pentingnya dukungan psikologis dan intervensi dini dalam keluarga untuk mencegah tragedi serupa.













Tinggalkan Balasan