Media Kampung – Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa menuai kritik dari Anggota Komisi VI DPR Rivqy Halim. Ia menyoroti sistem komunikasi PT PLN (Persero) yang dinilai membingungkan publik dan tidak transparan. Rivqy mendesak perusahaan pelat merah itu segera membenahi mitigasi gangguan serta menyediakan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Kritik DPR terhadap Komunikasi PLN

Rivqy Halim menilai bahwa setiap kali listrik padam, banyak pihak dirugikan, mulai dari sektor usaha, pelayanan publik, pendidikan, hingga produktivitas harian warga. Oleh karena itu, PLN harus memperkuat mitigasi, memperbaiki sistem antisipasi gangguan, dan membangun komunikasi yang transparan.

“Setiap kali listrik padam, ada banyak pihak dirugikan. Karena itu PLN harus memperkuat mitigasi, memperbaiki sistem antisipasi gangguan, dan membangun komunikasi transparan kepada masyarakat,” ujar Rivqy.

Ia menyoroti ketidaksinkronan informasi dari pihak PLN mengenai penyebab utama pemadaman. Publik membutuhkan kepastian dan keterbukaan agar dapat mengantisipasi dampak buruk. “Terutama PLN paling bertanggung jawab dalam hal ini justru memberikan penjelasan terkadang membingungkan publik. Katanya, bukan karena masalah pasokan batu bara, tapi nyatanya pemadaman terjadi hampir di banyak daerah,” tuturnya.

Permintaan Maaf Dirut PLN

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Ia berjanji mempercepat pemulihan sistem kelistrikan demi menormalkan pasokan daya.

“PT PLN (Persero) ingin memohon maaf sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” ujar Darmawan dalam konferensi pers, Sabtu (20/6).

Sebagai langkah konkret, PLN mulai menyalurkan batu bara kalori menengah (medium rank coal) ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa, baik milik PLN maupun mitra swasta (Independent Power Producer/IPP). “Saat ini proses penyaluran batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa,” tandas Darmawan.

Dampak dan Harapan ke Depan

Pemadaman bergilir ini melumpuhkan aktivitas di berbagai sektor. Masyarakat berharap PLN segera memulihkan pasokan listrik dan memperbaiki sistem komunikasi agar informasi penyebab serta jadwal pemadaman dapat diakses dengan mudah. DPR akan terus mengawal agar PLN bertanggung jawab dan transparan dalam menangani krisis ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.