Media Kampung, Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto meminta percepatan proses pengambilan keputusan di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berskala besar, khususnya PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di korporasi pelat merah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026. Rapat tersebut menyoroti penyederhanaan struktur birokrasi di perusahaan BUMN sebagai fokus utama.
Penyederhanaan Struktur dan Pengurangan Layer
Dalam arahan Presiden Prabowo, pemerintah mendorong pengurangan lapisan birokrasi terutama di perusahaan besar seperti Pertamina dan PLN. Tujuannya adalah mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, serta menjaga efisiensi operasional.
Melalui proses penyederhanaan atau streamlining, pemerintah telah berhasil mengurangi sebanyak 274 entitas BUMN hingga Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari target pengurangan total entitas BUMN dari 1.077 perusahaan menjadi 350 perusahaan pada akhir 2026.
Restrukturisasi dan Efisiensi Biaya
Restrukturisasi BUMN dilakukan melalui penutupan, konsolidasi, dan merger yang dikelola oleh Danantara. Prabowo mengaku terkejut saat mengetahui jumlah perusahaan anak, cucu, dan cicit BUMN yang mencapai ribuan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perampingan agar korporasi negara lebih fokus dan efisien.
Penutupan ratusan entitas BUMN yang tidak efisien telah menghasilkan penghematan biaya rutin hingga Rp 50 triliun. Penghematan ini berasal dari pengurangan gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, utilitas listrik, serta efisiensi rapat kerja. Pemerintah memproyeksikan penghematan tersebut dapat naik mendekati Rp 70 hingga Rp 80 triliun menjelang akhir Desember 2026.
Manfaat Perampingan Struktur BUMN
Perampingan struktur korporasi BUMN diharapkan dapat menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat dan lincah. Dengan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan struktur organisasi yang lebih ramping, BUMN besar seperti Pertamina dan PLN dapat meningkatkan daya saing serta kinerja operasionalnya.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset negara, sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat luas.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan proses penyederhanaan dan restrukturisasi BUMN guna memastikan kelancaran dan keberhasilan transformasi korporasi pelat merah.














Tinggalkan Balasan