Media Kampung – Nama Andi Syamsuddin Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, kini semakin sering disebut dalam pemberitaan nasional. Pengusaha asal Bone, Sulawesi Selatan, ini tidak hanya dikenal karena kerajaan bisnisnya yang membentang dari batu bara hingga sawit, tetapi juga karena kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam beberapa bulan terakhir, Haji Isam menjadi salah satu tokoh bisnis yang paling sering terlihat di lingkungan Istana Negara.
Haji Isam adalah pendiri Jhonlin Group, sebuah konglomerasi yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, dan kini merambah ke nikel, biodiesel, kawasan industri, hingga aset kripto. Namun, perjalanan bisnisnya dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi tukang ojek sebelum akhirnya sukses membangun usaha dari nol. Kini, kediamannya di Batulicin, Kalimantan Selatan, disebut seluas 20 hektare dengan bangunan megah bak istana.
Kedekatan dengan Prabowo dan Ekspansi Bisnis
Laporan Bloomberg pada Juli 2026 menyebut Haji Isam sebagai pengusaha yang paling dekat dengan Presiden Prabowo. Sehari setelah dilantik pada Oktober 2024, Prabowo terbang langsung ke Batulicin untuk berterima kasih secara pribadi kepada Haji Isam. Dalam pertemuan dengan investor Jepang di Istana pada Desember 2024, Prabowo secara khusus memperkenalkan Haji Isam sebagai salah satu pengusaha terkemuka Indonesia.
Menurut sumber Bloomberg, Haji Isam disebut sebagai salah satu pendukung finansial terbesar dalam kampanye Pilpres 2024, dengan nilai dukungan mencapai ratusan juta dolar AS. Meskipun data resmi KPU tidak mengungkap identitas penyumbang karena alasan kerahasiaan, kedekatan ini diyakini membuka banyak akses bisnis bagi Haji Isam.
Di bawah pemerintahan Prabowo, ekspansi Haji Isam semakin meluas. Ia mengelola proyek food estate seluas sekitar satu juta hektare di Papua sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Selain itu, ia mengajukan kuota produksi batu bara sekitar 60 juta ton pada tahun ini, yang jika terealisasi akan menempatkannya sebagai salah satu dari lima produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Kontroversi Pembelian CPO Sitaan Negara
Pada pertengahan Juli 2026, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), anak usaha Jhonlin Group yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit, menjadi sorotan setelah mengakui membeli 3.500 ton crude palm oil (CPO) dari aset sitaan Kejaksaan Agung. CPO tersebut dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), sebuah BUMN yang mendapat penugasan dari Menteri BUMN untuk mengelola perkebunan sawit hasil rampasan negara.
Transaksi senilai Rp53,58 miliar ini memicu pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meminta klarifikasi terkait potensi sengketa hukum material. Dalam keterbukaan informasi, Direktur Keuangan JARR, Temmy Iskandar, menjelaskan bahwa pembelian dilakukan sesuai prosedur dan telah melalui uji tuntas. Proses transaksi dimulai pada Maret 2025 dengan penandatanganan nota kesepahaman, pembayaran uang muka Rp50 miliar, dan pengiriman CPO pada April 2025.
Meskipun ada somasi dari Law Office R. Azhari & Co, JARR menegaskan bahwa seluruh proses telah sesuai hukum dan tidak berdampak pada operasional perusahaan.
Jejak Politik dan Penghargaan
Selain di dunia bisnis, Haji Isam juga memiliki jejak politik yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Jokowi-Amin pada Pilpres 2019. Pada tahun 2024, ia menerima penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo, sebuah tanda jasa tertinggi bagi warga sipil. Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pengusaha yang dekat dengan kekuasaan.
Haji Isam juga dikenal memiliki hobi off-road dan berburu, serta kerap tampil di acara-acara kenegaraan. Namun, di balik gaya hidupnya yang glamor, ia tetap menjadi figur yang kontroversial karena hubungan bisnisnya yang erat dengan pemerintah.
Dengan ekspansi yang terus berlanjut dan dukungan penuh dari istana, Haji Isam diprediksi akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu raja bisnis di Indonesia. Namun, transparansi dan kepatuhan hukum tetap menjadi isu yang perlu dicermati.















Tinggalkan Balasan