Media Kampung – Seorang warga Kabupaten Merangin, Jambi, bernama Rendy harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kolonel Abunjani Bangko setelah diduga menjadi korban penganiayaan di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0420 Sarko. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) ini menyisakan misteri selama enam jam, sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB, saat Rendy berada di dalam Makodim.

Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat seorang perempuan datang ke kontrakannya di dekat SMP Negeri 4 Merangin pada pagi hari. Rendy yang sedang tidur kemudian menyuruh perempuan itu duduk karena ia sedang membersihkan kotoran kucing. Tak lama kemudian, sekitar tujuh orang yang diduga anggota TNI datang dan mengetuk pintu dengan keras, lalu langsung membawa Rendy ke Kodim.

Di Makodim 0420 Sarko, Rendy mengaku mendapat tekanan dan tindakan kekerasan. Ia dipukul menggunakan kayu di kepala, diinjak, dan alat vitalnya juga disiksa. Kekerasan berlangsung selama enam jam hingga ia akhirnya dikeluarkan dalam kondisi memprihatinkan. Luka memar dan lebam terlihat di kepala, mulut, punggung, tangan, hingga kaki.

Kuasa hukum korban, Andrianto, SH, MH, yang didampingi keluarga melalui Furqon, mengatakan bahwa ia mendapat kuasa setelah menerima informasi kejadian. Saat melakukan pengecekan dan berkomunikasi dengan pihak terkait, mereka menemukan Rendy di salah satu ruangan dalam kondisi sangat memprihatinkan. Andrianto menegaskan bahwa apapun latar belakang persoalan, penganiayaan tidak dapat dibenarkan dan harus diproses secara hukum.

Rendy menjelaskan bahwa ia mengenal perempuan tersebut karena yang bersangkutan mengaku sudah bercerai dari suaminya. Ia sempat berusaha menjauh karena khawatir, namun perempuan itu tetap menghubunginya dan datang ke kontrakannya. Setelah kuasa hukum dan keluarga datang, Rendy dibawa ke Polres Merangin untuk proses lebih lanjut, lalu menjalani perawatan medis.

Andrianto telah mendokumentasikan kondisi korban melalui foto dan video sebagai bukti. Ia meminta penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan. Keluarga korban berharap Polisi Militer (PM) dan pihak berwenang lainnya mengusut tuntas dugaan penganiayaan ini. Hingga berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kodim 0420 Sarko, dan Rendy mengaku belum ada pihak Kodim yang menjenguknya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.